Peran Aktif IWO Sulsel Bantu Petakan Wilayah Blankspot Jaringan Sulsel.

Rapat Koordinasi PW IWO resmi dibuka oleh Anggota komisi I DPR RI, Dr. Syamsu Rizal MI atau Daeng Ical (Sumber : Media Sahabat)

Sangpencerah.web.id | MAKASSAR, — Sulawesi Selatan (Sulsel) masih memiliki banyak blankspot (titik buta) internet, terutama di daerah kepulauan seperti Selayar dan pegunungan di Wajo & Toraja Utara, namun pemerintah sedang gencar mengatasi ini dengan menargetkan aktivasi 211 titik VSAT baru di akhir 2025/awal 2026 untuk mencakup wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) demi pemerataan akses pendidikan, kesehatan (Puskesmas), dan ekonomi, dengan Selayar jadi prioritas utama.

Baru-baru ini, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Dr. Syamsu Rizal MI (Deng Ical), resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Hotel Maleo Makassar, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan tahunan ini dihadiri Ketua PW IWO Sulsel, Zulkifli Thahir, jajaran pengurus wilayah, serta para ketua dan perwakilan Pengurus Daerah IWO kabupaten/kota di Sulsel, dengan tema "Memperkuat Soliditas dan Profesionalisme Wartawan Online dalam Menjaga Etika Serta Informasi Berkualitas di Sulsel".

Rakorwil digelar sebagai ajang konsolidasi organisasi dan penguatan kapasitas kelembagaan media online dalam menghadapi perkembangan digital yang semakin pesat.

Dalam sambutannya, Deng Ical mengapresiasi kepemimpinan Zulkifli Thahir yang akrab disapa Abang Cule serta soliditas organisasi IWO Sulsel dalam membangun ekosistem jurnalistik yang sehat dan profesional di era digital.

“Apa pun yang sudah ditulis dan terbit di ruang publik akan menjadi rekam jejak abadi. Karena itu, wartawan harus memanfaatkan ruang digital untuk menyampaikan informasi yang mencerahkan. Karya jurnalistik harus menjadi semangat dan motivasi untuk terus berkarya,” ujar Deng Ical.

Mantan Wakil Wali Kota Makassar itu menegaskan jurnalis memiliki peran besar sebagai pengawas arus informasi publik. 

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), lebih dari 89 persen masyarakat Indonesia kini mengakses informasi melalui internet, terutama media sosial dan portal berita.

Hal tersebut, menurutnya, menuntut jurnalis untuk semakin profesional dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Komisi I DPR RI saat ini juga tengah memperkuat regulasi terkait pengawasan saluran digital dan tata kelola ruang publik agar lebih sehat dan bebas dari hoaks.

“Jurnalisme harus disikapi secara benar. Tanggung jawab kita bersama menjaga ruang digital tetap aman dan berkualitas,” tegasnya.

Deng Ical juga menyinggung perkembangan regulasi Omnibus Law yang bersinggungan dengan profesi jurnalis, termasuk perlindungan pekerja media dan penguatan standar perusahaan pers.

Di hadapan peserta Rakorwil, ia mendorong IWO Sulsel berperan aktif membantu pemerintah dalam memetakan wilayah blankspot jaringan internet di Sulsel, khususnya pada daerah tertinggal dan wilayah kepulauan, untuk kemudian dikomunikasikan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Kalau jaringan kuat, maka informasi bisa lancar. Ini akan mendukung tugas jurnalis dan memperkuat demokrasi,” jelasnya.

Rakorwil IWO Sulsel dijadwalkan membahas program kerja organisasi, peningkatan kompetensi anggota, serta penguatan struktur pengurus kabupaten/kota pada 2026.

Di akhir acara, Ketua IWO Sulsel menyerahkan cendera mata kepada Deng Ical disertai sesi foto bersama pengurus wilayah dan daerah.1

Berdasarkan data dari Dinas Kominfo-SP Selayar per Maret 2022, masih terdapat 67 dusun di Kabupaten Kepulauan Selayar yang mengalami blank spot untuk jaringan seluler.

Salah satu kawasan yang menjadi fokus utama penanganan adalah area Balai Taman Nasional Taka Bonerate dan wilayah-wilayah yang termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), termasuk daerah di sekitar Pulau Jampea.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengalokasikan pemasangan puluhan unit Very Small Aperture Terminal (VSAT) atau stasiun bumi telekomunikasi kecil di berbagai titik di Selayar, seperti di Kepulauan Takabonerate, Jampea, dan Pulau Tinabo, dan juga menyalurkan bantuan perangkat internet satelit Starlink.

Lebih baru Lebih lama