Sangpencerah.web.id|SELAYAR,—Dalam tiap riak dinamika dan diskursus publik, selalu ada sudut pandang yang mengajak kita berhenti sejenak untuk berpikir lebih dalam. Berikut adalah catatan pemikiran dari Muhammad Arsyad, SKM, MKes, MScPH. (Koordinator Presidium KAHMI Selayar) yang merangkai gagasan dan refleksinya dalam tulisan di bawah ini.
---
Memaknai Kemerdekaan, Menguatkan Peran dan Kontribusi KAHMI Selayar Membangun Daerah.
Setiap kali bulan Agustus tiba, kita kembali mengenang sebuah peristiwa yang mengubah perjalanan Bangsa dan Negara kita, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun ini, kita memperingati 81 tahun Indonesia merdeka. Sebuah perjalanan panjang yang tentu patut disyukuri sekaligus direnungkan. Sebab kemerdekaan bukanlah garis akhir. Kemerdekaan justru memberikan ruang dan tanggung jawab kepada setiap generasi untuk menentukan seperti apa kehidupan bangsa ini akan dibangun.
Lalu, apa arti kemerdekaan bagi kita di Kepulauan Selayar?
Pertanyaan ini penting, karena Selayar memiliki karakter yang khas. Kita hidup sebagai masyarakat kepulauan dengan laut yang bukan sekadar batas wilayah, tetapi merupakan ruang kehidupan, sumber penghidupan, jalur konektivitas, sekaligus bagian dari identitas masyarakat.
Kita memiliki perikanan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, kekayaan pesisir dan laut, budaya, serta sumber daya manusia yang merupakan modal penting untuk membangun masa depan.
Tetapi tentu modal potensi saja tidak cukup.
Potensi harus bertemu dengan kebijakan yang tepat, sumber daya manusia yang kuat, tata kelola yang baik, investasi dan inovasi serta yang tidak kalah pentingnya adalah partisipasi masyarakat.
Disinilah makna kemerdekaan menjadi lebih konkret yakni bagaimana kita menggunakan kesempatan yang kita miliki untuk mengubah potensi menjadi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan butuh dukungan dan pengawalan bersama
Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat berbagai ikhtiar pembangunan dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar. Program GEMERLAP, penguatan sektor ekonomi masyarakat, pengembangan pariwisata, peningkatan pelayanan publik, serta berbagai agenda strategis lainnya merupakan bagian dari upaya menggerakkan potensi daerah.
Demikian pula inovasi pelayanan sector Perikanan seperti Check Point, yang pada prinsipnya diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih efektif dan dekat dengan masyarakat nelayan serta tentu diharapkan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Namun juga harus dipahami bahwa setiap program tentu memiliki tantangan. Tidak ada kebijakan yang langsung sempurna sejak dilaksanakan. Karena itu, pembangunan membutuhkan proses yang sehat: ada keberanian untuk memulai, ada kemauan untuk mendengar, ada keterbukaan untuk mengevaluasi, dan ada kesediaan untuk memperbaiki.
Dengan demikian maka Masyarakat perlu memberikan dukungan terhadap program yang baik, dan pada saat yang sama masyarakat juga memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan masukan.
Namun kritik akan jauh lebih berarti ketika disertai gagasan.
Kita boleh berbeda pandangan tentang cara, tetapi jangan sampai kehilangan kesamaan tujuan.
Tujuan kita adalah Selayar yang lebih maju, masyarakat yang lebih sejahtera, pelayanan publik yang semakin baik, ekonomi yang semakin produktif, serta lingkungan dan sumber daya alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Oleh karena itu maka membangun Selayar tidak mungkin dibebankan kepada pemerintah saja. Pemerintah memiliki kewenangan dan tanggung jawab. Tetapi masyarakat memiliki energi perubahan. Dunia usaha memiliki kekuatan ekonomi. Perguruan tinggi memiliki ilmu dan inovasi. Pemuda memiliki kreativitas. Organisasi kemasyarakatan memiliki jejaring sosial. Dan Ketika semua kekuatan tersebut bertemu dalam semangat kolaborasi, pembangunan akan menjadi gerakan bersama.
Lalu dimana KAHMI berperan dan berkontribusi?
KAHMI Selayar perlu terus memperkuat kontribusinya. KAHMI memiliki modal Sumber Daya Manusia yang tidak kecil: alumni HMI yang tersebar di berbagai profesi, disiplin ilmu, lembaga dan ruang pengabdian. Ada yang berada di pemerintahan, dunia pendidikan, kesehatan, politik, dunia usaha, organisasi sosial, profesi dan berbagai bidang lainnya. Tentu saja keragaman yang ada tidak berhenti sebagai identitas organisasi, tetapi harus terkonversi menjadi kekuatan gagasan dan kerja nyata.
Oleh karena itu maka KAHMI Selayar ke depan harus hadir sebagai mitra strategis pembangunan daerah yang kritis, konstruktif dan tentu juga solutif.
KAHMI Selayar ke depan akan terus mengambil bagian dalam rangka penguatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, peningkatan kesehatan masyarakat (Utamanya pada aspek Promotif & Preventif), penguatan ekonomi kerakyatan, UMKM, lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, pariwisata, kepemudaan, kewirausahaan, transformasi digital, serta berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat terutama di wilayah kepulauan.
KAHMI Selayar kedepan akan menjadi ruang untuk mempertemukan ilmu, pengalaman dan jejaring alumni dengan kebutuhan pembangunan daerah.
KAHMI Selayar kedepan harus membuktikan memiliki banyak gagasan yang dapat dikaji, memiliki jejaring yang dapat dibangun. Para kadernya memiliki keahlian yang dapat dibagikan dalam rangka memberdayakan dan mendampingi generasi muda serta berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat yang ada.
KAHMI Selayar kedepan tentu tidak harus selalu berada di depan. Tetapi KAHMI Selayar kedepan akan terus hadir ketika masyarakat membutuhkan gagasan, ketika pemerintah membutuhkan mitra pemikiran, dan ketika daerah membutuhkan jejaring untuk membuka peluang baru.
Para Kader KAHMI Selayar pun menyadari sepenuhnya bahwa menjadi mitra pemerintah bukan berarti kehilangan daya kritis. Sebaliknya, menjadi mitra yang baik berarti berani menyampaikan pandangan ketika ada yang perlu diperbaiki, sekaligus bersedia memberikan solusi ketika menyampaikan kritik.
Dengan semangat itu, KAHMI dapat mengambil posisi sebagai jembatan gagasan dan kolaborasi antara berbagai elemen pembangunan.
Inilah salah satu Makna Kemerdekaan bagi para kader KAHMI Selayar, dan bahwa Kemerdekaan Harus Melahirkan Kontribusi
Mari Kita semua ikut berkontribusi
Pembangunan Daerah selalu kembali kepada manusia. Sehebat apa pun program, ia membutuhkan orang-orang yang mau bekerja. Seberapa besar pun potensi Selayar, ia membutuhkan manusia yang mampu mengelolanya. Dan sebaik apa pun kebijakan, ia membutuhkan masyarakat yang bersedia mengambil bagian. Karena itu, momentum 81 tahun kemerdekaan sebaiknya tidak hanya membuat kita bertanya tentang apa yang sudah dicapai, tetapi juga: Apa yang dapat kita lakukan setelah ini?
Tidak semua orang harus menjadi pejabat untuk mengabdi. Dan tidak semua orang harus memiliki jabatan untuk memberikan kontribusi.
Seorang guru membangun melalui pendidikan.
Petani dan nelayan menggerakkan ekonomi dari desa dan pesisir.
Tenaga kesehatan mengabdi melalui pelayanan.
Pelaku usaha menciptakan nilai dan kesempatan kerja.
Akademisi menghadirkan ilmu dan inovasi.
Pemuda membawa kreativitas dan keberanian mencoba.
ASN memberikan pelayanan dengan profesionalitas dan integritas.
Organisasi masyarakat memperkuat kepedulian dan pemberdayaan.
Semua memiliki ruang untuk berkontribusi.
Maka, sudah saatnya kita mengubah pertanyaan: “apa yang akan dan telah diberikan Selayar kepada kita?”, menjadi “apa yang dapat dan telah kita berikan untuk Selayar?”
Pertanyaan sederhana ini Insya Allah dapat menjadi titik awal perubahan.
Mari mendukung program pembangunan yang baik. Mari mengawalnya dengan sikap kritis dan objektif. Mari menyampaikan kritik dengan solusi. Mari memperkuat kolaborasi dan menjaga persaudaraan. Dan mari membangun keyakinan bahwa Selayar yang maju dan sejahtera hanya mungkin terwujud apabila seluruh elemen masyarakat merasa memiliki dan mengambil bagian di dalamnya.
KAHMI Selayar memiliki komitmen untuk terus berada dalam ruang pengabdian tersebut—bersinergi, berkarya dan mengabdi dengan membawa nilai-nilai keislaman, intelektualitas, keumatan dan kebangsaan. Hal ini tentu didasarkan pada kesadaran para kader KAHMI Selayar bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu akan menjadi lebih bermakna apabila generasi hari ini mampu mengubahnya menjadi kesempatan untuk berbuat dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dengan Semangat Kemerdekaan, kita kuatkan persatuan. Dengan Persatuan, kita bangun Kolaborasi. Dengan Kolaborasi, kita lahirkan Karya. Dan dengan karya serta pengabdian, kita wujudkan cita-cita bersama: Selayar yang maju, mandiri, produktif, berdaya saing dan sejahtera.
Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Red/Muhammad Arsyad)

