Dahsyatnya getaran yang berlangsung cukup lama memicu kepanikan luar biasa, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pulau-pulau luar Selayar seperti Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu.
Setelah BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami yang disusul laporan fenomena air laut surut secara mendadak, warga pesisir langsung mengosongkan permukiman mereka. Dengan membawa perbekalan dan barang berharga seadanya, ratusan keluarga berbondong-bondong mengevakuasi diri secara mandiri menuju area perbukitan dan pegunungan demi menyelamatkan diri.
Hingga saat ini, warga di sepanjang pesisir pantai diimbau untuk tidak bertindak gegabah dan tetap bertahan di dataran tinggi hingga ada pengumuman resmi terkait pencabutan status potensi tsunami dari pihak BMKG atau BPBD setempat.
Sementara itu, aparat gabungan dan tim SAR daerah terus berkoordinasi untuk memantau situasi di lapangan serta melakukan pendataan terkait potensi kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana ini. (Sitti Nur Jannah)

