![]() |
| 13 Anggota Kontan'S yang mengikuti acara Gau Maraja di Watampone Kabupaten Bone |
Di tengah riuh peserta yang memadati parade Karnaval Budaya dan Sepeda Tua, hadir rombongan klasik asal Kepulauan Selayar, yakni Komunitas Ontel Tanadoang Selayar. Meski harus menempuh perjalanan darat dan laut yang tidak dekat, semangat para pencinta nostalgia ini tetap membara untuk unjuk gigi di Bumi Arung Palakka.
Pesta budaya bertaraf nasional yang digelar atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Bone dan Kementerian Kebudayaan RI ini berlangsung meriah di sembilan titik lokasi, dengan pusat kegiatan di kawasan bersejarah Tanah Bangkalae, Jalan Petta Penggawae, Tanete Riattang.
Rangkaian acara yang bergulir selama enam hari sejak 25 hingga 30 September 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh pimpinan daerah. Pameran Pusaka Gau Maraja 2026 di Mes Guru dibuka langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., pada Jumat (25/9/2026). Sementara itu, Seminar Internasional Kebudayaan Bugis di Aula Masjid Al-Markaz Al-Ma'arif dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., pada Sabtu (26/9/2026).
Perhelatan akbar ini diselenggarakan sebagai wadah merawat ingatan sejarah, mempererat tali silaturahmi antar-daerah, serta memperkenalkan kekayaan peradaban Bugis-Makassar di panggung global. Tak heran, Gau Maraja 2026 dihadiri oleh berbagai kalangan penting, mulai dari akademisi dan peneliti asal lima negara Australia, Malaysia, Belanda, Singapura, dan Brunei Darussalam, hingga perwakilan lembaga adat dan keturunan kerajaan.
Di antaranya hadir pengurus PERWIRA LPMT, Majelis Adat Kerajaan Bone, serta rumpun keluarga Kerajaan Gowa, Kedatuan Luwu, Soppeng, dan Wajo. Kemeriahan tersebut makin lengkap dengan kehadiran ratusan pesepeda OOI, se-Sulselbar, komunitas pusaka, pegiat literasi, dan kelompok film lokal.
Di antara ribuan peserta yang membanjiri rute parade budaya, kehadiran Komunitas Ontel Tanadoang Selayar memberi warna tersendiri. Dari puluhan anggota aktif di komunitas yang diketuai oleh H. Samsul Bahri ini, sebanyak 13 anggota berangkat menguji ketahanan sepeda tua mereka di jalanan Kota Watampone. Sebagian besar anggota lainnya terpaksa absen karena tuntutan pekerjaan, tugas dinas, serta urusan keluarga yang tidak dapat ditinggalkan.
Salah satu anggota komunitas yang turut hadir dan mengayuh besi tuanya adalah Asrijal Akib, S.E., M.M. Kehadirannya bersama seluruh rombongan Komunitas Ontel Tanadoang Selayar dalam perhelatan ini kian hangat saat mereka berfoto bersama para Kepala Sekolah MAN dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bone. Momen kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya silaturahmi, sinergi, dan semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan serta membina generasi penerus bangsa, selaras dengan semangat "Bersama dalam kebersamaan, bersinergi untuk Bone yang lebih maju."
Walau hadir dalam jumlah terbatas, keikutsertaan 13 anggota ini sukses menarik perhatian masyarakat sepanjang rute parade. Balutan busana khas bersanding dengan sepeda ontel bermerek klasik yang terawat rapi menjadi bukti nyata bahwa jarak laut dan padatnya kesibukan bukanlah penghalang untuk merawat silaturahmi sekaligus menjaga kelestarian warisan masa lalu. *(Sitti Nur Jannah)



