Pengajian Muhammadiyah Batangmata Sapo Ke 43 Tahun Dihadiri Mahasiswa KKN IAI Al Amanah

Mahasiswa KKN IAI Al Amanah Je'ne Ponto bersama H. Saiful Arif, S.H

Sangpencerah.web.id | SELAYAR,-- Majelis Taklim Muhammadiyah  Batangmata Sapo Selayar, yang ke 43 diadakan sabtu (20/12) Dihadiri H. Saiful Arif, S.H sebagai pemateri, membahas beberapa isu penting, termasuk bencana Sumatra dan kuota Haji Selayar.

Acara yang dihadiri 82 jamaah, terdiri dari 37 laki-laki dan 45 perempuan, juga dihadiri 7 mahasiswa KKN IAI Al Amanah Je'ne Ponto yakni, Dea, Sri, Reji, Rahma, Irawati, dan Sindi.

Acara ini diisi dengan pembacaan Kalam Ilahi, Surah Almujadila, ayat 11 oleh Irawati Mahasiswa Jurusan Pendidikan agama Islam.


Dalam acara tersebut, PDM Selayar menghimbau setiap masjid Muhammadiyah untuk berinfak bagi korban bencana Sumatra, yang akan dikelola Pemuda Muhammadiyah. Infak akan dikumpulkan paling lambat tanggal 22 Desember.

Ketua Kerukunan Haji Selayar, H. Saiful Arif, S.H, menyatakan bahwa kuota Haji Selayar tinggal 4 orang dan jika UU Haji yang baru berlaku, maka Selayar harus menunggu 8 tahun untuk mendapatkan kuota Haji lagi.


Saiful menambahkan, "Sebelum lahir UU harusnya di konsulkan dengan semua stackholder, setelah 3 tahun masa pengenalan masuk masa transisi.

"Muhammadiyah telah memprotes pemerintah karena belum menetapkan bencana Sumatra sebagai bencana nasional," Ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini Muhammadiyah dalam Infak Jum'at sudah menginfakkan sebanyak 70 M untuk korban bencana.

Diakhuir acara juga diisi kuliah tujuh menit dalam bentuk pemaparan program majelis pembinaan kesehatan umum (MPKU PD Muhammadiyah) yang diwakili oleh Ishaq Mattoali.

Dalam pemaparannya Ishaq memaparkan pentingnya Muhammadiyah untuk memahami konsep kesehatan dan pengobatan Islam yang lebih dahulu ada dan maju dibanding dengan pengobatan barat. 

Ia mengatakan bahwa kedua pengobatan ini bisa di sinergikan dalam mewujudkan kebugaran dan kesehatan masyarakat.

Kedepannya MPKU PD Muhammadiyah Selayar, bermaksud mendirikan klinik Muhammadiyah yang mengkombinasikan aliran pengobatan Timur (Islam) dan Barat. Sehingga, level kesehatan ummat dan kader Muhammadiyah lebih baik dan berkah.

Pengajian ini juga dihadiri oleh pengurus Pemuda Muhammadiyah, Ketua umum, Hasrullah, Rijal Batungannik, dan Dedi Ali Topan.

Majelis Ta'lim diakhiri dengan makan bersama dan berfoto ria dengan Mahasiswa KKN. (SNJ/IM)

Lebih baru Lebih lama