A'mulu' Di Luar Bulan Maulid, Meneladani Kepedulian Rasulullah SAW


Suasana A'mulu' (Maulid) di Masjid Jabal Rahmah

Sangpencerah.web.id | SELAYAR| LOKAL, --Pimpinan Cabang Muhammadiyah Benteng mengadakan acara A'mulu' (Maulid), di Masjid Jabal Rahmah, Jl. S. Parman No. 1, Benteng, (25/11/2025) bertepatan dengan 4 Jumadil Akhir 1447 H. 

Acara ini dihadiri oleh para pimpinan Muhammadiyah Selayar, organisasi otonom, simpatisan Muhammadiyah, para pengurus masjid dalam kota Benteng, serta jamaah GAS (Gerakan Ahad Subuh).

Acara ini mengusung tema "Meneladani Kepedulian Rasulullah SAW di Bidang Pendidikan dan Kemandirian". Al Ust. Syaiful Arif, S.H., menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menikah pada usia 25 tahun dengan mahar 25 ekor unta betina, hal tersebut menunjukkan kemapanan Rasulullah di usia muda.

"Rasulullah memanfaatkan kecerdasan tawanan perang untuk mengajar para sahabat dalam ilmu baca tulis. Pendidikan yang dilembagakan dari rumah Arqom, Masjid-masjid, dan Madrasah." tambah Al Ust. Syaiful Arif, S.H.


Muhammadiyah sebagai lembaga, tercatat sebagai organisasi Islam terkaya di dunia, dengan aset mencapai 25 milyar dollar atau 400 triliun rupiah. Hal tersebut menandakan bahwa Muhammadiyah berusaha memaksimalkan  mengikuti Nabi dalam hal kemapanan, mengikuti perintah Rasulullah untuk tidak menjadi beban bagi kehidupan orang lain.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Drs. Abdullah, M.Pd, menekankan pentingnya tertib administrasi dan manfaat dari iuran anggota tiap bulan yang kembali kepada anggota sendiri.

Pembagian infaq dan Iuran berdasarkan SK PWM Sulsel No. 81/KEP/II.O/C/2023 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan PWM Sulsel, yaitu:

- Infaq Uang Kartu Tanda Anggota (KTA): RP 50.000,- per orang

- Biaya Kartu: 15.000

- PPM: 5.000

- PWM: 5.000

- PDM: 5.000

- PCM: 10.000

- PRM: 10.000

- Iuran Anggota per bulan: 10.000,-

- PPM: 5%

- PWM: 10%

- PDM: 15%

- PCM: 25%

- PRM: 45%


Menurut Bendahara PWM Sulsel, untuk sementara pencetakan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), di Sulawesi Selatan dihentikan sambil menunggu aplikasi dari pusat.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ahmuddin yang juga merupakan Sekertaris Cabang Muhammadiyah Benteng, menjelaskan bahwa A'mulu' yang dilakukan tidak terkait dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, karena tidak dianggap sebagai ibadah khusus. "A'mulu' yang kita lakukan jauh dari bulan Kelahiran Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam Karena kita memang tidak menganggap bahwa Maulid adalah ibadah Khusus melainkan bagian dari kebiasaan saja" sehingga Maulid yang dilakukan diluar bulan Rabiul awal tidaklah mengapa." Tuturnya yang disampaikan dalam sambutannya.

Dengan digelarnya acara ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kemandirian umat, serta memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan masyarakat.




Reportase: M.Ishaq Mattoali.

Editor: Sitti Nur Jannah.

Lebih baru Lebih lama