DANDIM 1415 TANADOANG "Memajukan Selayar tidak Cukup Jadi Orang Selayar"

Letkol Czi Yudo Hariyanto, S.T., (f/istimewa)

Sangpencerah.web.id |SELAYAR,--"Memajukan Selayar tidak cukup hanya dengan menjadi orang Selayar." Kalimat tegas ini terlontar dari Letkol Czi Yudo Hariyanto, S.T., Dandim 1415/Tanadoang, saat memaparkan progres pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Di tengah tantangan biaya logistik yang melambung hingga godaan "persenan" dari oknum kontraktor, sosok perwira lulusan SEPA (Sekolah Perwira) 2004 ini tetap berdiri teguh menjalankan misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) demi kesejahteraan rakyat di wilayah kepulauan.

Aneka gorengan terhidang manis di meja makan, ditemani segelas kopi tubruk dan air mineral. Alunan Syahdu musik melow dan anggukan ritmik kaki insan media menyatu dalam keakraban malam Senin ini (5/4). 

Syawalan ala Armi (Angkatan darat) yang sederhana namun tetap elegan yang dikemas dalam diskusi antara Insan Pers dan segenap personil Kodim 1415 Tanadoang. 

Letkol CZI Yudo Hariyanto. S.T, Putra Ambon Jawa itu menjelaskan dengan detail tahapan demi tahapan, proses pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang ada di Desa-desa. Dari 88 Desa 30 on proses yang mana 7 diantaranya sudah dinyatakan rampung hingga Selayar dinobatkan sebagai Pembangunan KDKMP tercepat diluar Pulau Jawa khususnya di wilayah Kepulauan.

Tidak mudah bagi Dandim 1415 untuk terdepan dalam menyelesaikan KDKMP dengan melihat kondisi geografis Kab. Kep' Selayar. Bukan hanya terpisah dari daratan Sulawesi tetapi penyebaran kepulauan yang sangat jauh dimana ongkos mobilisasi bahan material bangunan yang sudah berkali-kali lipat dibandingkan daerah lain.

Belum juga KDKMP terbangun, aksi sumbang, nada-nada sumbang dari oknum-oknum kontraktor menyeruak busuk mendekati Sang Komandan itu, "saya bisa beri sekian persen Komandan jika saya yang kerjakan" padahal ini bukan proyek negara pada lazimnya. Ini padat karya, artinya semua keterbatasan harus bisa diatasi oleh TNI manunggal bersama rakyat.

Disinilah yang tidak di pahami publik. Bahwa padat karya itu bagian dari kerja-kerja TNI bersama rakyat yang masuk dalam kategori Operasi Militer Non Perang. 

Sesekali asap rokok ngebul dari bibirnya, tangannya naik turun, tubuhnya membungkuk, nampak jelas jiwanya berbicara bukan sekedar lisannya.Yudo melanjutkan, "kita semua tahu biaya operasional dan transportasi di Selayar berbeda dengan kabupaten tetangga, pemikiran orang pada umumnya, jika dana pembangunan itu tidak cukup untuk Selayar maka pembangunan dialihkan ke Kabupaten lain, maka Selayar kembali di nomer sekiankan. Begitu juga diruang lingkup Selayar itu sendiri, dana yang terbatas menyebabkan Desa-desa di Kepulauan hanya jadi penonton, menunggu dan menunggu giliran keberuntungan.".

Seorang Yudo anak dari Serdadu Tamtama Yonif 732 Benau, Maluku Utara itu gelisah dengan kenyataan ini. 

"Kita tak boleh terus berpikir seperti itu, maka dengan Jiwa Patriot pengabdian seorang prajurit, dan seorang hamba yang paham betul, hakikat rejeki, hakikat ketulusan, maka KDKMP di Kepulauan terdepan, terluar, juga harus terbangun, sejajar dengan daratan"." Tambahnya. Maka kini di daratan Kepulauan Bonerate KDKMP dibangun, sama seperti di daratan Selayar.

Jiwa merasa saya juga orang Selayar membuncah dalam dada, rasa inilah yang membakar kecemburuan atau himmah dalam perjuangan, apapun bentuknya. Selain di Bonerate akan menyusul pulau-pulau lain hingga terjauh yaitu  Kec.Pasi'lambena.

Ia juga menyampaikan pesan yang begitu emosional dihadapan para media bahwa,

"Apa yang saya emban hari ini sebagai Dandim hanyalah amanah yang Allah titipkan, lewat proses perantara manusia, lewat struktur Komando mulai dari Kasad, Pangdam, hingga ke saya. Itu hanyalah proses melalui Manusia, perintah dari langit untuk saya emban. Hanya dengan keyakinan bahwa rejeki sudah ada yang atur, maka hingga detik ini KDKMP terus berproses, kita tidak boleh kalah, menyerah pada keterbatasan.".

-Letkol Czi Yudo Hariyanto, S.T.,


(W. M. Ishaq/Jannah)

Lebih baru Lebih lama