Sindikat BBM Ilegal Dibongkar TNI AL di Makassar

Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan TNI AL (F/Istimewa)

Sangpencerah.web.id | Makassar -- Operasi besar-besaran Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan TNI AL , menggagalkan sindikat penyelimpatan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di perairan Makassar, Sulawesi Selatan. Operasi yang dilakukan pada Minggu dini hari (22/2) ini berhasil menyita aset bernilai miliaran rupiah, termasuk 2 unit kapal SPOB, 7 unit mobil tangki, dan 106 kiloliter solar.

Dilansir dari Realitynews.web.id, Komandan Komando Daerah Maritim (Dankodaeral VI), Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Aziz, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan terhadap kapal tanker yang berputar-putar di laut, menunjukkan tanda-tanda aktivitas ilegal. "Kami bertindak sangat hati-hati dan memantau pergerakan kapal tersebut hingga akhirnya diputuskan untuk dilakukan penindakan," ujarnya dalam konferensi pers di Makassar Rabu (3/3).

Operasi ini menyasar dua lokasi strategis, yaitu di perairan Makassar dan kawasan pergudangan Tamalanrea, yang diduga menjadi pusat aktivitas sindikat BBM ilegal. Barang bukti yang disita antara lain 2 unit kapal SPOB, 7 unit mobil tangki dengan kapasitas 5 KL hingga 24 KL, dan 106 kiloliter solar yang tidak dilengkapi dokumen sah.

"Total muatan terdeteksi sekitar 106 KL solar di dua SPOB yang tidak dilengkapi dokumen sah, menunjukkan bahwa sindikat ini telah melakukan aktivitas ilegal dalam skala besar," ungkap Andi Abdul Aziz. Seluruh barang bukti, termasuk kru kapal dan penanggung jawab kegiatan, telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.

TNI AL menduga praktik distribusi solar ilegal ini dilakukan secara terorganisir dengan melibatkan jaringan darat dan laut. "Kami akan terus melakukan pendalaman guna membongkar dalang di balik rantai distribusi BBM ilegal ini hingga ke akarnya," tegasnya, menunjukkan komitmen TNI AL untuk memberantas aktivitas ilegal yang merugikan negara.

Operasi ini juga menunjukkan keseriusan TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, serta melindungi masyarakat dari aktivitas ilegal yang dapat merusak ekonomi dan lingkungan. (Sitti Nur Jannah)

Lebih baru Lebih lama