Transformasi Intelektual Mahasiswa FEB UMPalopo: Dekan Ajak Mahasiswa Jadi "Keren" Melalui Investasi dan Literasi Pasar Modal

Suasana Training of Trainers (ToT) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik). (Photo: Istimewa) 

Sangpencerah.web.id|PALOPO, —Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggebrak dengan rangkaian kegiatan edukasi finansial skala besar. Dimulai hari Senin (27/4), FEB menggelar Kuliah Umum bagi mahasiswa yang dilanjutkan hari, Selasa (28/4), dengan agenda Training of Trainers (ToT) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik).

Dalam sambutannya, Dekan FEB, Dr. Antong, SE, M.Si, menekankan bahwa tolok ukur "keren" bagi mahasiswa masa kini telah bergeser pada kedalaman literasi finansial. Beliau menghimbau agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika ekonomi global, tetapi aktif menjadi pelaku pasar modal yang cerdas.

"Jika kalian telah memahami bahkan sudah berinvestasi di pasar modal, maka pengetahuan kalian sudah keren. Namun, jika muncul pertanyaan bagaimana cara membeli saham, jawabannya adalah: beli dulu ilmunya. Saya ingin mahasiswa FEB tidak terjebak menjadi investor FOMO atau sekadar korban pom-pom media sosial. Anda harus memiliki pondasi kuat tentang fundamental saham agar investasi Anda menjadi aksi nyata dalam melindungi aset dan masa depan," tegas Dr. Antong di hadapan ratusan mahasiswa.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Yusuf Qamaruddin, MM, yang turut hadir membuka acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap rangkaian kegiatan ini, khususnya agenda ToT untuk Dosen dan Tendik yang dilaksanakan di hari kedua. 

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif FEB. Literasi dosen harus lebih mumpuni agar ilmu ini bisa ditularkan secara efektif, baik kepada mahasiswa maupun masyarakat luas. Dosen harus menjadi ujung tombak dalam memasyarakatkan pasar modal," ujar Prof. Yusuf.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Jumawan Jasman, SE, M.M, menjelaskan bahwa visi besar dari kegiatan ini adalah inklusivitas. Menurutnya, hambatan utama masyarakat bukan lagi soal modal, melainkan soal akses informasi dan pemahaman.

"Pasar modal saat ini bukan lagi investasi eksklusif bagi kalangan tertentu. Instrumen ini telah terdemokratisasi; dapat dijangkau oleh siapapun dengan nominal yang sangat terjangkau. Tugas besar kita sekarang adalah bagaimana menyampaikan fakta ini kepada khalayak agar pasar modal benar-benar menjadi investasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," lapor Jumatan dalam laporannya.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan mendalam mengenai dinamika pasar modal di tengah ketidakpastian ekonomi global oleh bapak Achmad Irfan Ibrahim Deputi Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia Sulawesi Selatan dan Arlia Fitri Rahman Galeri Manger Korea Investment & Sekuritas Indonesia serta Suryadi Ilham Marketing officer KISI. Pada selasa (28/4) giliran para dosen dan tenaga kependidikan yang akan digembleng dalam sesi ToT untuk memastikan keberlanjutan edukasi pasar modal di lingkungan kampus.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi titik awal dan keberlanjutan lahirnya investor-investor cerdas dari kalangan akademisi yang mampu menghadapi dinamika ekonomi global dengan nalar kritis dan data yang akurat. (W/Dr. Antong, SE, M.Si) 

Lebih baru Lebih lama