Anak Ahmad Bahar Ditahan GRIB, LBH Muhammadiyah dan 40 Ormas Islam Siap Mengawal

Potret Anggota Grib Jaya saat mengepung kediaman Ahmad Bahar di Wilayah Cimanggis (Photo: Istimewa) 

Sangpencerah.web.id|JAKARTA,— Situasi mencekam sempat melanda kediaman penulis sekaligus pegiat media sosial, Ahmad Bahar. Rumahnya diduga dikepung oleh sekelompok massa dari organisasi GRIB Jaya, bahkan anak perempuannya sempat dibawa dan ditahan di kantor organisasi tersebut sebelum akhirnya berhasil dipulangkan. Merespons intimidasi ini, Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Publik Pimpinan Pusat (LBH AP PP) Muhammadiyah kini resmi turun tangan memberikan pendampingan hukum.

​Ketegangan ini bermula ketika istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, sedang berada di luar kota bersama anak pertamanya untuk menjemput anak bungsunya di pondok pesantren. Di tengah perjalanan, ia mendapat kabar bahwa rumahnya didatangi oleh sekitar sepuluh orang yang diduga dari kubu Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules.

​“Saya itu kan dari kemarin di luar kota sama anak saya yang pertama, mau jemput anak terakhir di pondok,” ujar Yenni dikutip dari fajar.co.id, Minggu (17/5/2026) malam.

​Menurut Yenni, kelompok tersebut sebelumnya sudah pernah datang untuk meminta klarifikasi terkait sebuah unggahan yang menyeret nama Hercules.

​“Jadi, itu orang-orang Hercules itu kan udah datang ke (rumah) minta klarifikasi, udah foto, video,” ucapnya. Namun, situasi kembali memanas ketika rombongan tersebut datang lagi untuk mencari Ahmad Bahar.

​“Tadi mereka datang lagi, saya pikir kan udah beres, tapi ternyata mereka datangin anak saya yang waktu itu nomer hapenya dipakai Hacker untuk anuin Hercules itu loh, untuk menjelekkan nda tau apa isinya, ternyata tadi sampai dikepung rumah saya, sepuluh orang katanya. Dua orang masuk ke dalam rumah mencari pak Ahmad, gak ketemu,” ungkap Yenni. 

​Dalam kondisi panik, Yenni segera menghubungi pihak keamanan lingkungan, termasuk Ketua RW dan Babinsa. Namun, pihak GRIB tetap mendesak agar anak perempuan Ahmad Bahar ikut ke kantor mereka untuk memberikan penjelasan.

​“Saya posisinya masih di Karawang, terus akhirnya saya hubungi pak RW, Babinsa, pokoknya semua pihak keamanan di RW. Tapi tetap mintanya gini, yang dua orang itu pertama datang, pokoknya gini aja, adek datang dulu ke sana ke kantor jelasin,” beber Yenni.

​Setelah berada di kantor GRIB, anak perempuan Ahmad Bahar sempat bertemu langsung dengan Hercules. Yenni menjelaskan bahwa nomor telepon anaknya sebenarnya telah diretas, namun pihak Hercules tidak memercayainya.

​“Hasil penjelasannya barusan ketemulah Hercules, dia gak percaya dia kalau bukan anak saya yang bikin kalimat itu. Padahal udah jelas nomor anak saya dihacker, anak saya yang perempuan itu yang kedua,” lanjutnya.

​Yenni juga membeberkan bahwa anaknya sempat tidak diperbolehkan pulang malam itu. “Sekarang posisinya di kantor Grib sama pak RW, tidak diperbolehkan pulang kalau pak Ahmad belum datang,” terangnya kala itu.

​Melihat situasi tersebut, Yenni sempat berupaya mencari keadilan dengan melapor ke Polsek Cimanggis, namun laporannya ditolak oleh petugas.

​“Tadi ke Polsek (Cimanggis), katanya malah gini, 'yah salahnya sendiri katanya iniin, mainin, Hercules'. Malah gitu, saya bilang itu Hacker pak, kata saya gitu kan. Jadi yaudah mereka lepas tangan, saya sudah ke Polsek lapor tapi ditolak. Katanya salah sendiri bikin rusuh, maksudnya bikin video tentang Hercules itu,” ketus Yenni.

​Selain ke polisi, Yenni juga sempat mencoba menghubungi beberapa tokoh. “Saya sudah menghubungi tim Advokat PP Muhammadiyah, udah nelpon pak Refly Harun, cuma pak Refly katanya gak punya nomor pak Hercules,” tuturnya.

​Polemik ini sendiri berakar dari perselisihan di media sosial. Awalnya, Hercules merespons keras pernyataan tokoh senior Amien Rais yang menyentil hubungan antara Seskab Teddy Indra Wijaya dan Presiden Prabowo Subianto. Hercules yang tidak terima langsung meminta Amien Rais untuk menjaga mulutnya.

​Menilai sikap Hercules tidak sopan kepada orang tua, Ahmad Bahar kemudian mengunggah video kritikan di akun TikTok-nya yang memberikan peringatan kepada Hercules.

​"Sudahlah bung, jagoan itu ada masanya, dulu anda jagoan, dulu lu jagoan, sekarang jagoan bukan, jadi gak usah gitu juga kali ya, lagian juga gak sopan lah, orang tua kok dilawan, melawan kok orang tua," ucap Ahmad Bahar dalam videonya.

​"Melawan tuh yang lebih muda, ngajak ribut juga kepada yang muda, anda belum pernah kualat kayaknya, jadi apalagi lah yang anda cari, kekayaan sudah, popularitas sudah, kok masih mencari-cari lagi sih," tambahnya. Ahmad Bahar juga menegaskan bahwa setiap jagoan memiliki masa di mana mereka akan berada di titik lemah.

​Setelah situasi memanas, Ahmad Bahar langsung mendatangi kantor PP Muhammadiyah untuk meminta perlindungan. Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pengaduan tersebut pada Senin (18/5/2026).

​“Memang hari ini pak Bahar sudah datang ke kantor PP Muhammadiyah dan sudah diterima staf kami di LBH AP PP Muhammadiyah. Pada prinsipnya adalah beliau meminta pendampingan hukum atas kasus yang dialaminya,” ujar Gufroni.

​Mengingat keseriusan kasus ini, LBH AP PP Muhammadiyah tidak akan bergerak sendirian. Mereka berencana menggalang kekuatan bersama puluhan lembaga bantuan hukum dari organisasi Islam lainnya.

​“Dan, oleh karenanya kami besok akan mengadakan pertemuan dengan mengundang perwakilan dari LBH dari 40 ormas Islam" tegas Gufroni.

​Gufroni membeberkan alasan mengapa pihaknya harus melibatkan banyak unsur ormas Islam. Menurutnya, sosok Hercules bukanlah orang sembarangan dan dikenal memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran kekuasaan.

​“Nanti terkait dengan pendampingan hukum, memang rencananya akan melibatkan LBH dari Ormas Islam itu. Jadi tidak hanya dari LBH AP PP Muhammadiyah, karena mengingat orang yang kita hadapi ini memang dianggap punya pengaruh. Terutama di kekuasaan,” papar Gufroni.

​Meski proses hukum dan advokasi baru akan dimulai, Gufroni membawa kabar baik mengenai kondisi putri Ahmad Bahar yang sempat ditahan. “Infonya sudah dipulangkan tadi malam (anak Ahmad Bahar),” pungkas Gufroni. (Sitti Nur Jannah) 

Sumber: (Muhsin/Fajar) 

Lebih baru Lebih lama