Sangpencerah.web.id|SELAYAR,— Kehadiran unit usaha ayam petelur di Kecamatan Bontomatene, khususnya di Desa Baratlambongan dan beberapa desa sekitarnya, kini harus menghadapi jalan buntu. Padahal sejak awal, semangat pembentukan unit usaha ini, termasuk yang dikelola langsung oleh BUMDes Baratlambongan, ditujukan untuk menyuplai kebutuhan bahan pangan di Dapur SPPG Batangmata milik Ismail Zahir.
Upaya membangun kolaborasi sebenarnya sudah berulang kali dilakukan. Bahkan, Pemerintah Daerah Selayar turun tangan memfasilitasi komunikasi antara para peternak lokal dengan pihak pengelola SPPG. Sayangnya, hingga saat ini belum ada bentuk keberpihakan maupun kejelasan kerja sama dari pihak SPPG.
Padahal, dari segi kapasitas produksi, unit usaha peternakan warga telah berjalan aktif sejak Februari lalu dan sangat siap memenuhi seluruh kebutuhan operasional Dapur SPPG. Jika kesepakatan atau MoU dapat terjalin, para peternak siap menambah kapasitas populasi ternak demi mendorong swasembada pangan daerah. Soal harga pun, produk lokal ini mampu bersaing ketat dengan pasokan telur yang didatangkan dari luar daerah.
Langkah jemput bola juga telah dicoba ke beberapa SPPG lain yang tersebar di wilayah Selayar. Namun, respon yang didapat masih sama: nihil tindak lanjut. Tragisnya, sejak berproduksi pertama kali pada Februari lalu, belum satu butir pun etelur dari peternak lokal ini yang dibeli oleh pihak SPPG. Para pengelola usaha BUMDes dan peternak desa kini hanya bisa berharap ada niat baik dan itikad nyata dari pengambil kebijakan SPPG untuk memberdayakan potensi ekonomi warga lokal. (Sitti Nur Jannah/Ishaq Mattoali)

