Si Jago Merah Mengamuk di Toddopuli: 9 Rumah Terdampak, Ibu Hamil Nekat Melompat Demi Selamatkan Nyawa

 

Kondisi rumah korban kebakaran Jalan Toddopuli 15 Baru RW 10, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala. Makassar (fg: Magfiratul Jannah) 

Sangpencerah.web.id|MAKASSAR,– Siang yang tenang di Jalan Toddopuli 15 Baru RW 10, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam Selasa (11/8/2026). Sekitar pukul 14.15 WITA, kepulan asap hitam pekat tiba-tiba membubung tinggi ke udara, menandai diamuknya kawasan permukiman padat tersebut oleh si jago merah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Fadli Wellang, membenarkan peristiwa ini. Armada gabungan dari Mako Damkar dan Posko Timur bergerak cepat menerobos riuhnya lalu lintas kota demi menjinakkan si jago merah yang terus melahap bangunan warga di lokasi tersebut.

Lilitan api diduga kuat bermula dari sebuah bangunan indekos mahasiswa sebelum akhirnya dengan cepat merayap dan membakar rumah-rumah di sekitarnya. Sebelum lidah api terlihat membesar, beberapa warga mengaku sempat mendengar suara ledakan keras yang memecah keheningan siang. 

Meski begitu, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai pemicu pasti dari musibah kebakaran tersebut.

Kepanikan paling mencekam terjadi saat seorang ibu hamil terjebak di lantai dua bangunan yang mulai terkepung asap tebal. Di tengah kepungan hawa panas yang kian menjepit, naluri seorang ibu memaksanya mengambil keputusan nekat: ia melompat dari lantai dua demi menyelamatkan nyawanya dan bayi dalam kandungannya. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban yang mengalami benturan dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis darurat.

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi para penghuni, tak terkecuali kalangan mahasiswa yang menggantungkan cita-citanya di perantauan. Rumah milik seorang anak bernama Dani hangus terdampak, begitu pula kamar-kamar indekos yang dihuni para pelajar perguruan tinggi. Duka berat dialami Herliza, mahasiswa yang harus merelakan lembaran ijazah serta berkas skripsinya hangus dilalap api tanpa sisa. Nasib pilu juga menimpa Astrid; meski dirinya sedang berada di kampung halaman, laptop berisi draf skripsi yang tengah disusunnya tak sempat terselamatkan dan ikut menjadi abu.

Secara keseluruhan, tercatat sembilan rumah warga dan indekos terdampak dalam peristiwa ini, dengan tiga unit di antaranya hangus tak tersisa. Tragisnya, di tengah kepulan debu dan ratap tangis para korban yang kehilangan tempat tinggal serta dokumen berharga, situasi sempat diwarnai aksi tak terpuji. Oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan kekacauan untuk mengendap-endap dan mencuri kabel di area kejadian.

Hingga sore hari, petugas Damkarmat masih terus mengucurkan air di sisa-sisa puing yang menghitam untuk memastikan tidak ada lagi bara tersisa, sementara pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti guna menelusuri akar penyebab kejadian ini. (Sitti Nur Jannah/Magfiratul Jannah) 

Lebih baru Lebih lama