Kondisi Sulit Adalah Proses Ditanam Bukan Dikubur.

Sherly Annavita dalam Podcast SindoNews. 
(Sumber gambar:Sindonews.com)


Sangpencerah.web.id | SELAYAR, -- Sherly Annavita, Millenial Influncer yang aktif membuat konten inspiratif dan kritis di media sosial, baru-baru ini mengundang perhatian publik usai vidio podcast yang tayang di Youtube SindoNews. 

Kreator konten asal Aceh ini, meneteskan air mata saat menceritakan pernyataan seorang anak di Pidie Jaya, Aceh, pascabencana banjir dan longsor yang menerjang wilayah tersebut. Sherly merasa, anak tersebut seperti kehilangan harapan atau asa.

Ia bercerita bahwa saat itu dirinya mengunjungi Gayo Lues. Sherly mengungkapkan, bupatinya mengatakan bahwa Gayo Lues kembali ke 25 tahun lalu. Ketika harus mengirimkan logistik ke desa di sebelah, harus pakai tali string dan drum. Hal itu dikarenakan akses yang terputus.

Sherly menuturkan bahwa yang dihadapi tidak hanya soal logistik atau infrastruktur melainkan harapan anak-anak muda kedepan.

"Ini tentang bagaimana anak-anak mereka punya harapan di tahun 2026 sampai seterusnya," kata Sherly dalam podcast tersebut.

"Kalau ada hal yang gak bisa dibunuh dari seseorang adalah, cara berfikir dan harapan. Itu kalau dua hal itu sudah dibunuh maka sebetulnya kita sudah membunuh nyaris setengah dari apapun. Kalau Fisiknya masih hidup, yaudah itu hanya tinggal menunggu waktu. Sehingga hari ini teman-teman saudara, anak nangroe yang ada di Aceh, saya pengen bilang bahwa, masyarakat aceh itu lahir dari rahim-rahim pejuang. Sejarah sudah mencatat itu. Dan ketika hari ini  masyarakat Aceh dicoba lagi dengan bencana, ditambah respon yang begitu lambat, maka boleh jadi ini adalah "Cracking" selanjutnya untuk membuat Aceh bisa naik kelas. Dan ketika dihadapi secara bersama-sama, dihadapi dengan hati dan pikiran yang, bagaimana agar kita bisa keluar dari situasi ini, maka bukan kah ada istilah kita mengira kita udah dikubur padahal sebenarnya kita sedang ditanam. Dikubur dan ditanam adalah dua proses yang sudah disiapkan untuk hasil atau output yang berbeda. Dikubur artinya kita selesai, ditanam artinya kita sedang dipersiapkan. maka masyarakat aceh khususnya anak muda teman-teman yang disana masih berfikir kami masih ada harapan gak yah?, tentang masa depan kami akan sekolah bagaimana tahun depan, lima tahun kedepan, sedangkan sawah-sawah orang tua kami juga sudah habis. Saya hanya ingin sampaikan bahwa masalah itu gak pernah salah milih pundak teman-teman, bahwa hari ini Tuhan lewat Semesta Alam, akhirnya memilih pundak teman-teman, itu tandanya yang akan dipersiapkan adalah  teman-teman". Jelas Sherly dalam podcast tersebut (22/12).

Pesan Sherly yang dalam tersebut, tentunya bukan hanya berguna untuk warga Aceh, tapi semua orang, khususnya anak muda yang saat ini sedang berjuang dengan cobaan masing-masing yang memiliki ribuan alasan untuk menyerah tapi tak kunjung gentar untuk masa depan yang lebih baik. (SNJ) 



Lebih baru Lebih lama