Sitti Nur Jannah menikmati pemandangan di atas Bukit Tanah Sipolong,
Perkampungan Tua Bitombang
Sangpencerah.web.id | SELAYAR, -- Perasaan lelah seketika menghilang setelah sampai di perkampungan ini. Memanjakan mata dengan indahnya pemandangan di atas bukit Tanah Sipolong, membuat jiwa sejenak terbebas dari berisiknya hiruk-pikuk kota.
Perkampungan Tua Bitombang, sebuah kampung yang tak asing lagi bagi kita Masyarakat Selayar. Kampung yang terletak di kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten kepulauan Selayar ini, berada di daerah ketinggian dengan struktur tanah berbentuk tebing dan rumah-rumah panggung khas, yang dibangun dengan tiang menjulang tinggi hingga 15 meter, dengan usia mencapai ratusan tahun.
Dalam rangka memperingati hari jadi Selayar yang ke 420, Kelompok sadar wisata Bitombang menyelenggarakan kegiatan Alam, yakni Camping Adventure di Bukit Tanah Sipolong. Mulai 13-14 Desember 2025. Kegiatan ini di ikuti dengan acara Tradisional Dance, Fun Camp, Bazaar, Tracking Nature dan Games yang menyenangkan. Hanya dengan 50 ribu rupiah, pengunjung bisa menikmati pemandangan dengan fasilitas tenda dan listrik untuk penerangan.
Menuju kampung ini saya bersama teman saya Fitrah alias Gladys, berangkat dengan menunggangi Vespa miliknya. Tentunya sangat memacu adrenalin. Jalan yang berlubang, Gladys yang menacap gas tiba-tiba, dengan kecepatan diluar nalar dan tanjakan, sukses membuat saya merasakan sensasi menunggangi kuda di atas pegunungan.
Sesampainya di kampung ini, segera kami parkirkan vespa di bawah kolong rumah salah satu warga yang juga merupakan keluarga dari Gladys. Setelah itu segera kami mendaki menuju Bukit Tanah Sipolong untuk mendirikan tenda.
Saat malam hari tiba, dimulai pertunjukan kesenian dengan nyanyian Kelongna Bontobangun di iringi seruling khas, dan Kontaw, yakni sebuah antraksi bela diri tradisional, diiringi tabuhan gendang dari anak-anak berbakat kampung ini.
Keramahan masyarakat di kampung ini terlihat jelas saat mempersembahkan tarian seni dan meramaikan games. Kami tertawa dan bersenang senang, berbagi makan, menyalakan kembang api dan bernyanyi bersama selayaknya keluarga. Rasanya tak ingin waktu cepat berlalu.
Suasana permainan kartu
Setelah permainan berakhir pengumuman pemenang permainan kartu pun di lakukan. beberapa anak-anak, orang dewasa dan tua ikut menjadi pemenang games. bahkan ada salah satu pemenang yaitu seorang nenek dengan semangatnya yang membara, membuktikan bahwa umur bukanlah penghalang, melainkan pengalaman adalah kuncinya.
Pagi hari tiba, menikmati sejuknya udara diatas bukit ini merupakan anugrah yang tak ternilai harganya. Semilir angin dari pepohonan yang masih terjaga keindahan nya, dan pemandangan barisan rumah-rumah tinggi yang bersejarah, menambah nikmat di pagi itu.
Ungkapan terimakasih saya haturkan kepada teman yang membawaku beberapa kali kesini, Gladys. Terimakasih keluarga hangatnya, dan cerita menggemaskan di dalam tenda yang entah kapan bisa kita ulang lagi, dan terimakasih kepada Pokdarwis Bitombang yang sudah mengadakan kegiatan ini. Semoga kedepan nya lebih kreatif lagi dalam mengadakan kegiatan ini dan mampu mengundang lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.
Tags
Opini