Nir Medicine Nir Facility, Dan Gaya Hidupmu

Ilustrasi Rumah Sakit (F/google)

Sangpencerah.web.id | SELAYAR,-- Pelayanan kesehatan yang bermutu tentunya bukan hanya persoalan memperpanjang umur, tetapi juga memastikan masa tua dapat dijalani dengan sehat (HLE - Healthy Life Expectancy). Di tahun 2026, tantangan kesehatan semakin kompleks, sehingga sangat diperlukan layanan primer yang kuat untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin sebelum menjadi kronis atau fatal.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kualitas layanan diukur melalui lima dimensi utama yakni kehandalan tenaga medis, daya tanggap dalam keadaan darurat, jaminan keamanan tindakan, empati terhadap kondisi pasien, serta bukti fisik fasilitas yang memadai. Pasien yang merasa dihargai dan didengar cenderung memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi karena adanya kepatuhan terhadap pengobatan.

Seperti yang kita alami di Selayar ini, fasilitas kesehatan yang kurang memadai khususnya di pulau-pulau kecil Selayar dan kurangnya tenaga Medis (Spesialis), membuat masyarakat seringkali harus dirujuk ke RSUD KH. Haiyung maupun keluar (Makassar) untuk penanganan. 

Hal tersebut tentu sangat menyulitkan masyarakat terlebih jika kondisi pasien membutuhkan penanganan segera, namun terbatas dengan biaya lebih besar yang dibutuhkan untuk rujukan. ini juga menjadi penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Selayar.

Dampak paling nyata yang sering kita temui adalah meningkatnya resiko kematian pasien selama perjalanan rujukan menuju Makassar. Tanpa dokter spesialis yang memadai (seperti spesialis jantung atau anestesi) di RSUD Selayar, pasien kritis harus menempuh perjalanan laut dan darat yang memakan waktu berjam-jam. Hal tersebut bisa kita lihat dengan peningkatan jumlah pasien rujukan yang meninggal di atas kapal akibat keterlambatan penanganan medis spesifik di akhir 2025 ini.

Contoh salah satu kasus yang terjadi akibat minimnya fasilitas kesehatan di Selayar yakni, kasus ibu kehilangan Bayi (Juli 2025): Sebuah insiden tragis menimpa seorang ibu hamil dari pulau terpencil (Desa Tarupa) yang kehilangan bayinya saat dalam proses rujukan ke RSUD KH. Hayyung. 

Bupati Selayar bahkan mengeluhkan kondisi fasilitas yang minim dalam menangani kasus darurat semacam ini, hingga berita tersebut menyoroti "momen suram" rujukan medis dari daerah terpencil.

Salah satu penyebab krusial yang memperburuk minat dokter spesialis untuk bertugas di RSUD KH Hayyung adalah masalah keterlambatan pembayaran gaji dan uang jaga pegawai yang sempat mencuat pada akhir 2025 ini, merupakan bentuk krisis kepercayaan dan kesejahteraan terhadap tenaga kesehatan.

Dalam masalah ini, masyarakat yang telah memahami kondisi fasilitas serta tenaga ahli yang minim, tak juga membuat mereka sadar akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Padahal selain mengharapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai, kita juga bisa mencegah suatu penyakit kronis dengan menerapkan pola hidup sehat yang dapat meringankan atau mengurangi beban medis disuatu daerah, utamanya Selayar yang masih berada dalam kategori 3T (Tertinggal, Terbelakang, dan Terluar).

Meskipun masalah pelayanan Medis sudah menjadi kewajiban Pemerintah, Namun tidak ada salahnya kita sebagai masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh, dengan menekan konsumsi makanan tak sehat, serta rutin berolahraga, tentunya dapat membuat angka harapan hidup semakin meningkat walaupun berada di daerah 3T.

Faktanya, semakin majunya teknologi kesehatan, hakikatnya manusia justru semakin gagal dalam hidupnya;

Teknologi kesehatan yang semakin maju, seharusnya menjadi berkah bagi manusia, tapi ironisnya, banyak orang malah semakin abai terhadap kesehatan. Lebih mengandalkan teknologi untuk menyembuhkan penyakit, dan lupa bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Kemajuan teknologi seperti telemedicine, aplikasi kesehatan, dan alat kesehatan canggih membuat kita lebih mudah mengakses layanan kesehatan. Tapi, di sisi lain, banyak orang yang tidak memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mereka. 

Jika membahas kesehatan saat ini, seharusnya yang perlu ditingkatkan adalah layanan preventif, termasuk analisa kebugaran, kontrol gizi, dan healing serta spritual quation, sehingga fasilitas  yang banyak dikunjungi adalah rumah nutrisi, jogging center, Gym Center, Masjid-masjid, atau bahkan tempat rekreasi bukan malah memenuhi rumah sakit, yang seharusnya menjadi tempat yang paling jarang dikunjungi.

Penerapan pola hidup sehat, bukan hanya berdampak pada diri sendiri, melainkan juga pada keluarga, lingkungan kerja, ekonomi Negara, kelestarian lingkungan, serta generasi mendatang. (Sitti Nur Jannah)

Lebih baru Lebih lama