Sangpencerah.web.id. | SELAYAR,-- Tempat rekreasi air berupa fasilitas kolam dan wahana khusus anak-anak (seperti seluncuran mini, ember tumpah) untuk bermain sambil belajar berenang, tentunya bermanfaat untuk kesehatan fisik (kekuatan otot, daya tahan) dan mental (kepercayaan diri, kebahagiaan) serta mendukung tumbuh kembang motorik dan sensorik anak secara menyeluruh.
Namun bagaimana jika terjadi peristiwa yang meregang nyawa anak-anak saat berenang di lokasi tersebut? Siapakah yang bertanggung jawab? Apakah kelalaian Orangtua? atau kelalaian petugas kolam renang yang tidak menerapkan prosedur pengawasan dan keamanan kolam anak??
Seperti yang terjadi di wahana Waterboom Halona baru-baru ini (10/1), Seorang anak perempuan berusia 10 tahun meregang nyawa setelah tenggelam di kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 90-149 sentimeter.
Dilansir dari bukabaca.co.id, korban merupakan warga Dusun Boneapara, Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, bernama Aulia (10) putri dari Tanri Gau dan Hasniati.
Diketahui sebelum peristiwa tersebut terjadi, sekitar pukul 15:30 WITA, korban meminta izin kakaknya untuk ikut berenang dengan syarat hanya bermain dikolam anak-anak.
Naas, korban diduga terjatuh di kolam dewasa sekitar pukul 15:50 WITA tanpa sepengetahuan sang kakak, dan hanya terlihat oleh salah satu pengunjung yang segera memberikan pertolongan.
Kabarnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit K.H Hayyung setelah sebelumnya dilarikan ke Puskemas Barugaia. Namun naas, nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia sekitar pukul 16:00 WITA.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut belum diketahui. Kasus tersebut masih dalam penyidikan pihak kepolisian serta memastikan standar keamanan wisata tersebut.
Berdasarkan kejadian tersebut, sebagai orang tua ataupun pengelola wahana anak, sudah cukup menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan dan mematuhi standar keselamatan dalam pengelolaan tempat wisata, khususnya wahana renang anak.
Jangan sampai kejadian tersebut berulang dan menimbulkan korban selanjutnya. (Sitti Nur Jannah)