Batara Dan Perang Dunia III

Gambar ilustrasi (F/Istimewa)

Sangpencerah.web.id | SELAYAR,-- Salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang tidak kalah penting di dunia selain dari padi dan gandum adalah jagung (Zea Mays). Yang sering dimanfaatkan penduduk Amerika Tengah dan Selatan bahkan oleh penduduk Afrika sebagai pangan pokok.

Peran krusial Jagung sebagai komuditas bahan pangan utama, membuat jagung menjadi makanan pokok bagi banyak populasi di dunia baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pakan ternak.

Jika kita melirik sejarah perang dunia II, jagung bahkan pernah digunakan untuk memproduksi sirup jagung sebagai pengganti gula yang langka pada masa itu serta digunakan sebagai bahan dasar pembuatan amunisi serta plastik untuk kebutuhan perang.

Pada masa terjadinya perang dingin, jagung juga menjadi simbol persaingan teknologi pertanian antara AS (Amerika Serikat) dan Uni Soviet.

Fungsi krusial Batara (jagung) pada musim perang selain yang disebutkan diatas adalah,

1. Bahan Bakar Mesin Perang (Bioetanol)

Jagung adalah bahan baku utama etanol. Dalam situasi perang modern, saat pasokan minyak bumi terganggu, jagung menjadi cadangan energi. Negara dengan produksi jagung besar bisa mengubah stok pangan mereka menjadi bahan bakar kendaraan militer dan logistik untuk tetap bergerak saat embargo energi terjadi.

2. Logistik Pakan dan Protein

Perang dimenangkan oleh logistik, bukan hanya peluru. Jagung adalah komponen utama pakan ternak global. Tanpa jagung, produksi daging dan susu runtuh. Memutus jalur distribusi jagung berarti memicu kelaparan sistematis yang bisa melumpuhkan moral penduduk sipil dan militer lawan.

Salah satu dampak paling mematikan dari perang yakni runtuhnya industri daging dan telur karena ketiadaan pakan. Stok jagung yang aman menjamin keberlangsungan industri pakan ternak, sehingga pasokan protein hewani tetap tersedia bagi masyarakat meski impor bahan baku lainnya terhenti.

Penguatan pertahanan pangan melalui Gemerlap dan Gemetar merupakan langkah strategis menghadapi krisis yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (Sitti Nur Jannah) 



Lebih baru Lebih lama