Sangpencerah.web.id | SELAYAR, – Insiden ledakan hebat melanda Kapal Motor (KM) Cipta Anugerah di area pelabuhan pada Selasa pagi. Peristiwa ini mengakibatkan badan kapal hancur terbakar dan merenggut nyawa dua orang kru kapal, termasuk nakhoda.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, ledakan terjadi dengan kekuatan cukup besar hingga melontarkan material kapal ke udara. Dampak ledakan juga menghanguskan satu unit sepeda motor matic yang terparkir di dermaga hingga bagian mesin dan peleknya meleleh akibat panas ekstrem.
Meledaknya Gas elpiji terdengar sekitar pukul 6 dini hari (16/03). Kemudian terdengar sekitar pukul 7 Wita, satu gas elpiji lainnya ikut meledak
Saksi mata menyebutkan bahwa ledakan diikuti dengan kemunculan asap putih tebal yang dengan cepat berubah menjadi kobaran api besar. Api melalap seluruh badan kapal beserta muatannya dalam waktu singkat.
Sebelum insiden terjadi, petugas pelabuhan dilaporkan telah memberikan instruksi kepada pemilik KM Cipta Anugerah untuk merelokasi kapal ke Dermaga 2. Hal ini dikarenakan Dermaga 3 dijadwalkan akan digunakan oleh KM Dharma Kartika III untuk melayani penumpang rute Makassar–Selayar serta pelayaran antar pulau di Kepulauan Selayar.
Saat ledakan terjadi, terdapat lima orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas kapal. Adapun korban jiwa dalam insiden
Informasi tambahan yang ditemukan , Tiga orang ABK yakni Irfan (35), Ilham (33), dan Ihsan (45) berhasil selamat mengalami luka ringan. Sementara itu, dilansir dari Realitynews.web.id Jaya (ABK) Ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian sesaat setelah ledakan dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Adapun Aryadin (Kapten Kapal) yang sempat dinyatakan hilang selama tiga jam, akhirnya ditemukan jenazah korban pada pukul 10.20 Wita oleh Tim SAR gabungan.
Salah seorang ABK yang selamat menuturkan bahwa Kapten Aryadin terakhir terlihat sedang beristirahat di atas kapal sekitar pukul 06.00 Wita, beberapa saat sebelum ledakan terjadi.
Dugaan sementara dari pihak berwenang menyebutkan bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran gas yang telah berlangsung lama di dalam ruang kapal. Percikan api diduga menjadi pemicu utama (trigger) yang menyebabkan akumulasi gas tersebut meledak.
Dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk melokalisir api agar tidak merambat ke fasilitas pelabuhan lainnya. Proses penanganan di lokasi melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, tim SAR, serta pihak Syahbandar. Saat ini, area dermaga masih ditutup untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sampai berita ini dibuat, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Sitti Nur Jannah)