Bekam Massal Perdana Muhammadiyah Selayar Sukses Hingga Rahang Berotot!!

Gambar hanya pemanis untuk hidup yang hambar (Photo: Edt. Jannah) 

Sangpencerah.web.id|SELAYAR—Sabtu kemarin vibesnya bener-bener pecah abis di Kepulauan Selayar! Setelah kemarin dibikin penasaran sama agenda tahunan legendaris khitanan massal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Selayar yang udah bertahan setengah abad, Tepat hari Sabtu 30 Mei perhelatan akbar itu resmi digaspol. 

Sebelum keseruan bekam dimulai, acara dibuka dengan super khidmat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah. Ketua PDM Kepulauan Selayar, Drs. Abdullah, M.Pd., langsung memberikan apresiasi setinggi langit untuk Pemkab Selayar dan para orang tua yang udah mempercayakan anak-anaknya ke Muhammadiyah. 

Beliau menegaskan kalau khitanan massal ini adalah bentuk dakwah nyata Muhammadiyah yang nggak cuma soal agama, tapi juga menghadirkan solusi sosial-kesehatan yang berkelanjutan. Keren banget, kan? Bukti nyata kontribusi mereka bahkan sampai menerjunkan lebih dari 70 khatib pada Salat Idulfitri dan Iduladha 1447 Hijriah kemarin buat syiar Islam hingga ke pulau terpencil! 

​Gak mau kalah, Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., yang hadir membuka acara juga ikutan ngasih applause dan apresiasi tinggi untuk Muhammadiyah yang selalu konsisten bikin gerakan dakwah menyentuh aspek kemanusiaan. 

Beliau juga secara khusus me-notice dan mengapresiasi Rektor ITSBM Selayar atas dedikasi dan kontribusi pemikirannya yang selalu menginspirasi dan mendukung pembangunan daerah.

​Nah, setelah opening ceremony yang penuh positive vibes itu selesai, barulah pusat perhatian beralih ke agenda Bekam Massal perdana yang berlokasi di Klinik Nahda, Jln. Jend. Ahmad Yani. Kolaborasi epik antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) dan Klinik Nahda ini bener-bener diserbu warga yang pengen ngerasain langsung khasiat pengobatan Sunnah Nabi yang mulia ini.  

​Tapi jujurly, prosesi bekam massal hari ini bener-bener menguras energi yang nggak main-main, bahkan ketegangannya melebihi area khitanan, guys! Tim Terapis Bekam Sehat yang super supportive harus standby dan berpacu dengan waktu dari jam 11 siang sampai jam 5 sore.

Tantangan terbesarnya bukan cuma soal teknis ngebekam aja, tapi juga urusan mental spiritual pasien. Karena ini agenda perdana, ada pasien yang diliputi rasa gelisah, overthinking, dan ketakutan akut akibat belum tahu betul gimana aslinya pengobatan bekam itu. Alhasil, tim terapis harus merangkap jadi emotional support system yang super lembut buat ngebujuk dan nenangin pasien biar nggak tegang. 

Apalagi pas memasuki rush hour alias jam-jam genting sekitar jam 4 sampai jam 5 sore, suasana di Klinik Nahda bener-bener membludak parah oleh pasien yang berdatangan!

Di tengah riwuhnya suasana sore itu, ada satu momen ter-epic yang menguras emosi dan kesabaran tim terapis. Momen ter-epic ini datang dari salah satu pasien yang di tangani oleh terapis wihdah, ibu-ibu yang aslinya udah datang tapi sempat beberapa kali nge-cancel dan maju-mundur cantik karena beneran takut! Akhirnya proses bekam pasien tersebut di ambil alih oleh terapis Jannah. 

Aksi bolak-balik lepas pasang baju beberapa kali terjadi karena beliau terus-menerus ragu dan ketakutan. Lucunya, terapis sebenarnya baru banget memasang cup bekam di badannya dan sama sekali belum ada satu pun proses injek ke kulit. Tapi, si Ibu sudah jerit ketakutan duluan karena merasakan sensasi kulitnya ketarik kencang dan tegang di bagian punggung akibat hisapan cup tersebut. Padahal si Ibu ini mengaku punya riwayat hipertensi, jantung lemah, plus keluhan vertigo yang sering kambuh, jadi pengobatan ini penting banget buat beliau. 

Setelah melalui sesi bujuk rayu yang estetik dan super sabar dari dua orang temannya, si Ibu akhirnya luluh dan berani buat dibekam. Hasilnya? Happy ending parah! Begitu selesai dieksekusi, si Ibu langsung speechless dan ngerasain badannya auto ringan seketika, dan rasa kaku yang ngeganjel di bagian pundaknya langsung berkurang.

Sebelum drama sore itu terjadi, penanganan sempat di-pause sementara pada jam satu siang demi memberikan waktu istirahat dan recharge energy buat para terapis. 

Seluruh Tim Terapis langsung bergeser ke Lokasi Khitanan Massal di Kompleks Perguruan Muhammadiyah buat makan siang bareng. Karena dari pagi udah kerja rodi layanan pasien, momen makan siang ini bener-bener jadi ajang balas dendam yang hakiki. 

Tak kuasa menahan lapar yang udah di ambang batas, Ishaq, Pak Munir, Tiara, dan Jannah langsung sigap melahap berbagai sajian kuliner yang udah disiapin panitia. Mulai dari kehangatan Coto yang gurih mantap dan tusukan sate langsung disikat habis tanpa ampun. Saking semangatnya ngunyah daging sate yang super tebal, ada momen kocak di mana rahang Tiara sampai kerasa berotot! rahang Tiara auto mode gym demi menaklukkan sate tersebut!. Momen makan siang yang penuh tawa ini sukses bikin atmosfer tim jadi makin hangat dan solid.

Setelah perut terisi penuh dan rahang Tiara selesai melakukan workout dadakan, tim terapis langsung bergeser kembali ke Klinik Nahda untuk melanjutkan perjuangan melayani pasien yang membludak hingga akhir acara. Secara keseluruhan, gebrakan perdana dari Muhammadiyah Selayar ini sukses besar menyebarkan healthy lifestyle berbasis sunnah dengan impact yang langsung berasa nyata di masyarakat. Skena dapet, sehatnya dapet, otot rahang dapet, dan pahala sunnahnya juga auto mengalir! Sampai jumpa di agenda keren berikutnya, stay healthy and positive vibes only, guys! (Jannah) 


Lebih baru Lebih lama