![]() |
| Deby Oktavia. Mahasiswa Universitas Negeri Makassar. |
Sangpencerah.web.id| MAKASSAR,– Di tangan Deby Oktavia, sebuah tas kain bukan sekadar wadah untuk membawa beban materi, melainkan medium untuk menjinjing pesan kemanusiaan yang mendalam. Mahasiswa yang mendedikasikan studinya di jurusan Pendidikan Khusus Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menghadirkan sebuah inovasi berupa tote bag inklusif, sebuah karya yang lahir dari perpaduan antara fungsionalitas harian dan semangat advokasi bagi penyandang disabilitas.
Bagi Deby, setiap lembar kain tote bag ini adalah kanvas untuk menyuarakan inklusi dan kesetaraan. Dengan desain yang membawa pesan-pesan sosial yang kuat, produk ini bertransformasi menjadi juru bicara bisu di tengah keramaian. Saat seseorang membawanya ke kampus untuk membawa buku atau sekadar menyampirkannya di pundak saat berbelanja, saat itulah pesan tentang keberpihakan terhadap disabilitas ikut melangkah bersama sang pemilik.
"Alasan saya memilih membuat tote bag inklusif ini, karena memiliki fungsi yang jelas sebagai tas sehari-hari sekaligus membawa pesan sosial tentang inklusi dan kesetaraan. Selain ramah lingkungan, tote bag juga memiliki peluang pasar yang luas dan proses produksinya relatif mudah, sehingga cocok untuk dikembangkan sebagai usaha," ungkap Deby.
Baginya, memilih produk yang ramah lingkungan adalah langkah awal untuk peduli pada bumi, namun menyisipkan nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya adalah cara untuk merawat sesama.
"Tote bag inklusif ini bermanfaat sebagai tas yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari, seperti membawa buku atau belanja. Selain itu, tote bag ini juga menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Produk ini juga ramah lingkungan karena dapat mengurangi penggunaan plastik, serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu sosial," tambahnya.
Dengan proses produksi yang relatif mudah dan peluang pasar yang luas, Deby melihat celah untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga pada dampak sosial.
Lahirnya inovasi yang visioner ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan akademis dari para pendidik yang berdedikasi. Di bawah arahan Dr. H. Syamsuddin, M.Si. dan Nur Wulandani, S.Pd., M.Pd., gagasan tulus Deby Oktavia ini diramu dan dipertajam hingga menjadi sebuah solusi nyata. Kehadiran para dosen pembimbing ini menjadi kompas bagi Deby dalam memastikan bahwa setiap langkah kewirausahaan yang diambil tetap berpijak pada nilai-nilai pemberdayaan penyandang disabilitas.
Deby menaruh harapan besar pada jejak-jejak kain karyanya. Ia memimpikan masa depan di mana tote bag inklusif ini dikenal luas, menjadi media edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mampu membuka peluang ekonomi bagi teman-teman disabilitas.
"Saya berharap produk tote bag inklusif ini dapat terus berkembang, dikenal lebih luas oleh masyarakat, dan menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan tentang inklusi dan kesetaraan. Selain itu, diharapkan produk ini dapat memberikan manfaat ekonomi serta membuka peluang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas," tutupnya.
Di pundak mahasiswa UNM ini, sebuah tas kini menjadi simbol perjuangan bahwa inklusi bukan hanya wacana hari ini, melainkan kesetaraan untuk selamanya.
Melalui langkah Deby Oktavia, kita diingatkan bahwa inovasi terbaik tidak selalu lahir dari laboratorium yang canggih, melainkan dari hati yang mau menepi dan mendengar suara-suara yang selama ini mungkin terabaikan.
Ini adalah bukti bahwa bangku perkuliahan di Universitas Negeri Makassar bukan hanya tempat untuk mengejar gelar, melainkan persemaian empati. Kehadiran para pembimbing menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan akan menemukan jiwanya ketika ia diabdikan untuk kemanusiaan.
Semoga tulisan ini tidak berhenti hanya sebagai informasi di layar gawai Anda, melainkan tumbuh menjadi percikan inspirasi yang mendorong kita semua untuk lebih inklusif dalam berpikir dan lebih peka dalam bertindak.
Salam Inklusi,
(Sitti Nur Jannah)


