![]() |
| Rina Hamriani, Mahasiswa jurusan Pendidikan Khusus Universitas Negeri Makassar |
Bukan sekadar tugas mata kuliah kewirausahaan, produk ini lahir dari pengamatan mendalam Rina terhadap realitas di lapangan. Ia melihat banyak orang tua yang kesulitan memberikan fasilitas terapi terbaik bagi buah hatinya karena kendala biaya.
"Alasan saya membuat produk Lumina Sensory Jar ini dilatarbelakangi oleh kondisi anak tunagrahita yang sering mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi dan mempertahankan fokus, terutama karena hambatan pada pemrosesan sensorik," ujar Rina saat menjelaskan filosofi di balik karyanya.
Rina menyadari bahwa pasar alat terapi saat ini masih sulit ditembus oleh semua kalangan. "Saya melihat bahwa alat terapi yang ada di pasaran umumnya memiliki harga yang cukup tinggi sehingga tidak semua orang tua mampu menjangkaunya. Sebagai mahasiswa pendidikan khusus, saya merasa perlu menghadirkan solusi yang lebih sederhana, terjangkau, namun tetap memiliki nilai fungsional," tambahnya.
Lumina Sensory Jar bekerja dengan memanfaatkan stimulasi cahaya dan gerakan visual yang tenang. Partikel yang bergerak perlahan di dalam jar dirancang untuk memberikan efek meditatif bagi anak.
Rina kemudian menjelaskan secara detail manfaat dari produk ciptaannya tersebut.
"Manfaat dari produk ini adalah sebagai media terapi visual yang dapat membantu anak menjadi lebih tenang, mengurangi kecemasan, serta melatih fokus melalui stimulasi cahaya dan gerakan visual yang perlahan. Produk ini juga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran maupun terapi, karena mampu menarik perhatian anak dan membantu regulasi emosi secara mandiri."
Lebih dari sekadar inovasi teknis, Lumina Sensory Jar membawa pesan tentang inklusivitas. Rina berharap alat ini bisa tersedia di rak-rak buku atau meja belajar setiap anak yang membutuhkan, tanpa memandang status ekonomi.
"Harapan saya terhadap produk ini adalah dapat menjadi alternatif alat terapi yang murah, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat luas, khususnya bagi orang tua dan pendidik anak berkebutuhan khusus," kata Rina dengan optimis.
Ia pun memungkasi penjelasannya dengan sebuah harapan besar bagi dunia pendidikan khusus. "Saya berharap produk ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, baik dalam hal kontrol emosi maupun peningkatan konsentrasi, serta mendorong munculnya inovasi lain di bidang pendidikan khusus yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan."
Melalui tangan dingin Rina Hamriani, Lumina Sensory Jar membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi, dan pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu memberikan solusi nyata bagi sesama. (Sitti Nur Jannah)


