Sentuhan Modern di Air Terjun Takapala: Mahasiswa Poltekpar Makassar Latih Warga Teknik Mixology

 

Sambutan kepala Pokdarwis Takapala , Syarifuddin Naba, SE

Sangpencerah.web.id|GOWA,—Kawasan wisata Air Terjun Takapala, Malino, tampil beda sejak (8-9/5). Bukan sekadar rutinitas wisata biasa, suasana di Homestay Hasmin tampak hidup dengan praktik pembuatan minuman modern yang memadukan keahlian mahir mahasiswa dengan kekayaan hasil alam lokal.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kolaboratif antara Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) serta Program Studi D3 Tata Hidang Politeknik Pariwisata Makassar. Mengusung tema “Pengembangan Desa Wisata Melalui Usaha UMKM Makanan dan Minuman, Tata Kelola Kelembagaan dan Literasi Keuangan”, pendampingan ini dirancang lebih aplikatif dan partisipatif.

​Sebanyak 30 peserta dari unsur pengelola Pokdarwis, pelaku UMKM, hingga kelompok perempuan diajak menyelami perubahan tren pariwisata dunia. Kepala P3M Poltekpar Makassar, Prof. Ilham Junaid, menekankan bahwa panorama alam yang indah tidak lagi cukup untuk menarik wisatawan modern.

​“Desa wisata hari ini harus mampu menghadirkan pengalaman yang autentik. Wisatawan tidak hanya datang melihat alam, tetapi ingin merasakan cerita, budaya, cita rasa lokal, hingga interaksi dengan masyarakat,” jelas Prof. Ilham.

​Pendekatan ini kemudian diperdalam oleh Dr. Andi Hasbi dan Muh Arif melalui materi pengelolaan makanan dan minuman. Peserta diajak memahami standar hospitality, higienitas, hingga cara menjadikan kuliner sebagai identitas sebuah destinasi.

​Tidak hanya duduk mendengar teori, peserta terlibat aktif dalam sesi coaching clinic yang dipandu oleh tim ahli. Masalah-masalah klasik seperti ketidakkonsistenan produk dan keterbatasan promosi digital dikupas tuntas untuk dicari solusinya.

​Tim pendamping membantu warga memetakan potensi lokal yang melimpah di Malino, seperti kopi, stroberi, sirsak, hingga gula merah, untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang lebih kompetitif. 

​Salah satu momen paling menarik adalah saat mahasiswa D3 Tata Hidang mendemonstrasikan teknik mixology atau seni meracik minuman. Menggunakan teknik shaking dan muddling, bahan-bahan sederhana seperti stroberi dan sirsak Malino disulap menjadi minuman modern yang berkelas.

​Warga berkesempatan melihat langsung misting technique, persiapan garnish, hingga basic flair bartending. Praktik ini membuka mata para pelaku UMKM bahwa bahan lokal bisa memiliki nilai jual tinggi jika dikemas dengan teknik yang tepat.

​Syarifuddin Naba, Ketua Pokdarwis Takapala, mengaku sangat terbantu dengan model pelatihan yang konkret ini.

​“Kami tidak hanya diberikan materi, tetapi juga diajak berdiskusi tentang masalah yang benar-benar kami alami. Dari sini kami mulai memahami bagaimana potensi lokal bisa diterjemahkan menjadi produk wisata yang lebih menarik,” ungkapnya.

​Melengkapi aspek manajemen, Murdiani Sukarana memberikan pelatihan literasi keuangan dan pemanfaatan transaksi digital demi efektivitas usaha. Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfari, yang hadir memberikan dukungan moral bagi para peserta.

​Sebagai penutup, tim PKM Poltekpar Makassar melakukan evaluasi lapangan dan menyusun rekomendasi lanjutan bagi pengembangan Air Terjun Takapala. Fokus kedepannya mencakup penguatan kapasitas SDM, inovasi menu, hingga optimalisasi branding digital berbasis masyarakat agar Takapala tetap menjadi primata pariwisata Sulawesi Selatan. (Magfiratul Jannah/Sitti Nur Jannah) 

Lebih baru Lebih lama