![]() |
| Mifta Difa Fadlia Mahasiswa jurusan Pendidikan Khusus Universitas Negeri Makassar |
Sangpencerah.web.id|MAKASSAR,—Di tangan Mifta Difa Fadlia, sebuah tugas mata kuliah Kewirausahaan tidak berakhir di atas meja dosen sebagai tumpukan kertas semata. Mahasiswa jurusan Pendidikan Khusus Universitas Negeri Makassar (UNM) ini memilih untuk melahirkan sebuah solusi nyata bagi sunyinya dunia instruksi lisan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Ia menamainya "Aksiku" sebuah produk berupa stiker aktivitas yang dirancang untuk menjadi "penerjemah" visual bagi mereka yang seringkali kesulitan menangkap pesan melalui suara.
Bagi banyak anak istimewa, instruksi lisan terkadang serupa kabut; samar dan sulit digapai. Mifta menyadari celah itu. Melalui Aksiku, ia mengubah perintah-perintah rumit menjadi bahasa gambar yang jujur, sederhana, dan mudah didekap oleh ingatan anak.
"Produk ini lahir dari kegelisahan melihat banyak ABK yang masih berjuang memahami instruksi harian. Aksiku hadir untuk membantu mereka memahami dunia dengan lebih mudah. Ini bukan sekadar stiker, tapi media untuk melatih disiplin dan kemandirian tanpa harus membuat anak merasa tertekan," ujar Mifta dengan penuh empati.
Stiker ini dirancang dengan estetika yang menarik namun tetap ekonomis, menjadikannya kawan setia bagi guru di sekolah luar biasa maupun orang tua yang berjuang di rumah. Dengan bantuan visual ini, aktivitas sederhana seperti menyikat gigi atau merapikan tempat tidur tak lagi menjadi beban, melainkan kebiasaan positif yang tumbuh secara organik.
Mifta membuktikan bahwa semangat kewirausahaan mahasiswa Makassar bisa berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan. Meski berawal dari tugas akademik, Aksiku memiliki napas bisnis yang segar. Mifta melihat adanya peluang besar untuk membawa produk ini ke ranah yang lebih luas, mulai dari pusat terapi hingga sekolah inklusi di seluruh penjuru negeri.
Keunggulan produk ini terletak pada kepraktisannya. Ia bisa ditempel di mana saja, menjadi pengingat yang konsisten bagi anak untuk terus bergerak mandiri tanpa harus selalu bergantung pada arahan lisan yang berulang.
Bagi Mifta Difa Fadlia, keberhasilan terbesar dari produk Aksiku adalah saat seorang anak mampu melakukan aktivitasnya secara mandiri dengan binar kebahagiaan di wajahnya.
"Harapan saya, Aksiku bisa terus berevolusi menjadi media edukatif yang lebih inovatif. Saya ingin produk ini dikenal luas oleh masyarakat dan menjadi jembatan bagi para guru serta orang tua dalam memahat karakter anak-anak hebat kita," tutupnya penuh harap.
Di sudut kota Makassar, dari koridor kampus UNM, Mifta telah memulai langkah kecilnya. Lewat selembar stiker, ia sedang menenun masa depan yang lebih inklusif, di mana setiap anak, bagaimanapun kondisinya memiliki kesempatan untuk beraksi dengan mandiri. (Sitti Nur Jannah)
