Sangpencerah.web.id| SELAYAR — Sebuah rumah sederhana di Dusun Palemba Timur, Desa Kalepadang, Kabupaten Kepulauan Selayar, yang dulunya lapuk dan nyaris roboh, kini menjadi titik awal harapan baru bagi Sitti Kursiah dan keluarganya. Berkat koordinasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang menjembatani persoalan ini ke BAZNAS Kabupaten Kepulauan Selayar, Sitti Kursiah menerima bantuan stimulan senilai Rp8.500.000.
Bantuan tersebut disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Kepulauan Selayar dengan keterlibatan Wakil Ketua 2, Leonardo M. Siregar, S.Pi., M.Si. Bagi keluarga penerima, nominal tersebut diposisikan sebagai pemantik awal untuk menggerakkan pembangunan rumah yang lebih layak, alih-alih menanggung seluruh kebutuhan dari nol.
Untuk melengkapi kebutuhan yang ada, Sitti Kursiah beserta keluarganya secara mandiri menyiapkan material bangunan serta turun tangan langsung mengerjakan fisik bangunan melalui semangat gotong royong.
“Besok pagi, Rabu, tujuh Oktober 2026, rumah ini akan dibongkar total. Anak-anak akan bekerja langsung, pasang batu, dll. Saya pastikan, kalau dihitung ulang setelah selesai, hasilnya akan bernilai 30-an juta,” ujar Sitti Kursiah pada Selasa (6/10/2026).
Potret ini memperlihatkan dinamika bantuan sosial di lapangan, di mana efektivitas stimulan awal sangat bergantung pada besarnya daya dukung dan kerja keras penerima manfaat. Perkiraan nilai akhir sebesar Rp30 juta menunjukkan bahwa peran usaha mandiri, tenaga keluarga, dan partisipasi lokal menjadi kunci utama agar rumah impian tersebut benar-benar dapat terwujud.
Atas jalur koordinasi yang dibuka pemerintah daerah dan bantuan dana zakat yang diterima, Sitti Kursiah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Natsir Ali, serta jajaran BAZNAS.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati H. Muh. Natsir Ali yang telah membantu memfasilitasi sampai persoalan rumah kami bisa tersambung dengan BAZNAS. Terima kasih juga kepada Bapak Leonardo M. Siregar dan BAZNAS Kabupaten Kepulauan Selayar atas bantuannya,” ungkapnya.
Rabu, tujuh Oktober 2026, pembongkaran total rumah tua tersebut dimulai. Momen ini bukan sekadar merobohkan fisik bangunan lama, melainkan awal dari proses panjang keluarga Sitti Kursiah dalam membangun kembali rasa aman, martabat, dan harapan masa depan melalui perpaduan jembatan koordinasi pemerintah, dana BAZNAS, serta kemandirian keluarga. (FR/SNJ)
