![]() |
| Suasana Munas XI PERMAS di Hotel Grand Asia Makassar yang menjadi momentum pemilihan ketua dan penentuan arah organisasi lima tahun ke depan. |
Sangpencerah.web.id|MAKASSAR,— Ahad (14/06) akan menjadi sejarah bagi perjalanan Persatuan Masyarakat (PERMAS) Selayar lima tahun kedepan. Hotel Grand Asia Makassar akan menjadi saksi dalam momentum pemilihan Ketua dalam Musyawarah Nasional ke XI DPP Permas. Munas ke XI ini tidak hanya menentukan Siapa yang akan dipercaya mengemban amanah untuk memimpin PERMAS Lima tahun kedepan, tetapi juga peran PERMAS bagi masyarakat selayar?
Pepatah lama mengatakan, Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Kata PERMAS bukan lagi sesuatu yang asing, bahkan sudah sangat familiar ditelinga kita. Namun seperti apa perjalanan PERMAS dari awal sampai hari ini itu hanya sebagian yang mengetahui. Belum ada literasi yang lengkap menulis sejarah perjalanan organisasi bagi peran.
Salah satu tokoh PERMAS, Dr. Ir. Usman Arsyad mengungkapkan
bahwa perjalanan permas dari masa kemasa mengalami perkembangan yang luar
biasa. Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dari Wakil ketua DPP Permas,
Periode 2021-2026 ini PERMAS berkembang sesuai masalah yang terjadi di eranya.
Dulu, ketika dibentuk ketua dipilih berdasarkan kesepakatan atau aklamasi.
“Ketua pertama saat itu Muh. Askin SH dan berdasarkan kesepakatan tokoh-tokoh
masyarakat pada waktu itu antara lain pak Balasong Alm, Pak Baso Upa Alm, pak
Amin Surung Alm, dan lain sebagainya dan dari tokoh muda saya adalah
satu-satunya saat itu. Pada saat itu kita semua sepakat bahwa ketua Permas
pertama saat itu adalah Muh. Askin, SH,” paparnya.
Usman Arsyad menuturkan, bahwa pemilihan secara aklamasi
dilakukan karena saat itu belum dibuatkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga. Dalam perkembangannya, juga sesuai perkembangan zaman saat itu, Muh.
Askin, SH memegang jabatan Ketua Permas selama 2 Periode, kemudian di susul
oleh H. Mappinawang, Sh, disusul oleh Bapak Nasir Leha, kemudian Prof Arfah
Basha dan Deng Ical atau Syamsu Rizal MI.
PERMAS ini, ungkap Usman Arsyad adalah wadah
bersilaturrahimnya orang – orang selayar maka sebetulnya tidak perlu terlalu
banyak tuntutan, dan disemua kepengurusan itu disesuaikan dengan era dan
kondisi pada saat itu, sehingga truktur organisasi menyesuaikan apakah sudah
tepat atau tidak. “Salah satu contohnya pada eranya Deng Ical, yang
pertama kita lakukan konsolidasi dan dibentuk beberapa DPD di seluruh
Indonesia, lalu kita lakukan khitanan massal gratis dalam rangka hari
jadi selayar, ada sumbangan bibit gratis sebanyak 15.000 bibit pohon untuk
masyarakat selayar dan yang terpenting adalah bahwa di Era Deng Ical ini PERMAS
memiliki kekuatan hukum, yakni memiliki akte notaris yang resmi. Dengan adanya
kekuatan hukum yang dimiliki, DPD dan DPC bisa melangkah berdasarkan akta
notaris yang ada,” jelas Usman.
Untuk Peran PERMAS Sendiri bagi masyarakat bisa dilihat pada peristiwa Ambon berdarah. Dimana PERMAS membantu masyarakat selayar yang tinggal di wilayah rusuh untuk pulang ke Makassar. Tidak hanya sampai disitu, PERMAS juga memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka. Sedangkan untuk saat ini, DPP PERMAS telah memiliki mobil Ambulans yang bisa digunakan oleh masyarakat selayar di Makassar. “Saat ini DPP Permas telah memiliki satu unit mobil ambulans yang kesehariannya dipercayakan kepada DPC Kota Makassar,” katanya.
Mobil ambulans ini bisa digunakan oleh masyarakat selayar
dengan biaya yang lebih ringan. “Permas ini adalah organisasi social, sehingga
tidak memiliki sumber dana yang jelas. Oleh karena itu penggunaan mobil
ambulans belum bisa dilakukan secara gratis, tetapi kita upayakan untuk tidak
membebankan kepada keluarga pengguna,” tambahnya.
Dirwan, salah satu tokoh permas lainnya memaparkan bahwa
PERMAS lahir dari kerukunan atau kelompok - kelompok keluarga Selayar yang ada
di Makassar. “PERMAS itu lahir dari kerukunan – kerukunan, bukan dari DPD dan
DPC. Oleh karena itu, dalam pemilihan ketua DPP Permas suara dari
kerukunan-kerukunan yang ada tidak boleh diabaikan,”paparnya.
Dirwan juga mengungkapkan bahwa salah satu peran PERMAS pada
periode H. Nasir Leha adalah pembuatan Ranperda Selayar. “Salah satu Peran
penting Permas pada Era Bapak H. Nasir Leha adalah penyusunan Ranperda untuk
Kabupaten Selayar. Dari Ranperda inilah DPP Permas mendapatkan Anggaran dalam
menjalankan roda organisasi,” paparnya.
Oleh karena itu, sambung Dirwan, PERMAS Kedepannya perlu
mengambil peran dalam penyusunan Ranperda Kabupaten Selayar sebagai bagian dari
peran dalam membangun kabupaten Selayar, selain program – program lain. Hal ini
kata Dirwan karena PERMAS itu adalah DPRnya orang – orang selayar yang
berdomisili di luar selayar.
Hal senada juga disampaikan oleh tokoh Perempuan PERMAS, Andi Tjenranawati, S.Pd.I. Wakil Ketua DPP Permas Empat Periode ini menyampaikan bahwa PERMAS adalah Organisasi Sosial, organisasi kekeluargaan, ia lahir dari kerukunan – kerukunan yang ada.
Sepuluh Periode telah berlalu, setiap Era kepemimpinan DPP Permas telah menulis kisah dan ceritanya bagi generasi dan perjalannya dimasa mendatang. Bagaimana PERMAS Kedepan, tentu tidak hanya ditentukan siapa yang terpilih menjadi Ketua DPP.
Masa depan PERMAS yang gemilang sangat ditentukan oleh komposisi kepengurusan yang akomodatif, inklusif, dan mampu merangkul seluruh golongan. PERMAS harus menjadi rumah besar bagi seluruh warga Selayar, tempat berhimpun, berdialog, dan berkontribusi bersama demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Salmawati)

.jpeg)
.jpeg)

