Suara Mahasiswa ITSBM Selayar Dibalik Kisruh Perizinan Ilegal DAD Akbar

Sitti Nur Jannah Mahasiswa ITSBM Selayar 

Sangpencerah.web.id| SELAYAR,-- Polemik keikutsertaan salah satu Mahasiswa Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah Selayar dalam sebuah perkaderan Mahasiswa Muhammadiyah, DAD (Darul Arkam Dasar) Akbar yang diselenggarakan oleh Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Makassar (11-14 Juni), yang diduga tanpa izin yang jelas, baru-baru ini menghebohkan media Selayar terkhususnya Organisasi IMM Selayar dan Makassar.

Polemik ini pertamakali memanas setelah munculnya postingan pernyataan sikap Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Selayar terkait tetap diizinkannya peserta tersebut mengikuti Proses DAD.

Postingan pernyataan sikap di Instagram @Pcimmselayar

Sebelumnya, diketahui Mahasiswa tersebut meminta izin kepada Ketua Cabang IMM Selayar, Sekertaris dan Pimpinan Komisariat Jurusannya untuk dibuatkan surat rekomendasi untuk mengikuti DAD tersebut. Namun, Ketua cabang menyampaikan bahwa pihak IMM kampus ITSBM Selayar tidak merekomendasikan Mahasiswa ITSBM selayar untuk mengikuti DAD diluar. Karena pernyataan tersebut, Mahasiswa yang diketahui bernama Sitti Nur Jannah, menanyakan kepada pihak panitia apakah tanpa rekomendasi tetap dapat mengikuti perkaderan tersebut, mengingat Mahasiswa tersebut belum pernah dikader sebelumnya atau belum pernah mengikuti proses DAD dimanapun bahkan di kampusnya, sehingga surat rekomendasi tidaklah wajib dibuatkan oleh Pimpinan Komisariat Jurusan. Dalam hal ini, Pimpinan Cabang IMM Selayar tidaklah memiliki hak dalam perizinan administrasi karena Mahasiswa Universitas/Institut di bawah naungan Muhammadiyah bebas melakukan proses DAD di daerah mana saja apabila memang belum pernah mengikuti perkaderan di kampusnya.

Namun, Mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa untuk menghargai keberadaan Pimpinan Komisariat Jurusan dan Pimpinan Cabang IMM selayar, panitia meminta ia tetap melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak tersebut.

Setelah Mahasiswa tersebut mengkonfirmasi keikutsertaaannya melalui pesan Whatsapp, Ketua Cabang mengatakan :

"Kalau soal kamu dad diluar tidak apa apa itu hak mu, tapi pihak kampus sudah mengamanahkan imm untuk mhs itsbm tidak boleh dad diluar krna kami memfasilitasi tiap tahun bahkan 2 kali setahun dad."

Selain itu, ia juga telah mengkonfirmasi keikutsertaannya kepada Ketua Pimpinan Komisariat Jurusan dan di respon "OK"

Bukti Chat Whatsapp Ketua PC IMM Selayar 


Melihat pernyataaan tersebut, Jannah mengambil kesimpulan bahwa ini hanya konfirmasi dan sudah tidak lagi meminta rekomendasi. Ia menyampaikan kepada pihak panitia bahwa sudah melakukan konfirmasi kepada pihak pihak tersebut dengan melampirkan bukti screenshoot pesan kepada panitia.

Namun, setelah beberapa saat, pukul 21:17 tepatnya (10/6), Surat rekomendasi tiba-tiba dikirimkan dalam bentuk file oleh Ketua Pimpinan Komisariat Jurusan dengan disusul pesan untuk diprint dan diantar pada yang bersangkutan untuk di tandatangani. Karena waktu yang sudah cukup larut dan keterbatasan kendaraan, Jannah memutuskan untuk mengirim file tanpa tanda tangan tersebut kepada panitia dan menyampaikan permintaan maaf karena surat tersebut dikirim tanpa tanda tangan kerena baru saja dibuatkan pada malam keberangkatan disusul kembali dengan bukti screenshot whatsapp bersama ketua pimpinan komisariat tadi. 

Bukti Chat whatsaap Ketua Pimpinan Komisariat Jurusan THP

Ini menandakan bahwa persetujuan telah lengkap sehingga proses administrasi dinyatakan selesai  dan ia memutuskan berangkat malam itu juga.

Dalam perjalan menuju pelabuhan, sebuah pesan kembali masuk dari Ketua Pimpinan komisariat Jurusan. Pesan tersebut berlabel diteruskan dari Ketua Pimpinan Cabang IMM selayar yang berbunyi: 

"Saya kan tdk pernah bilang kasih saja rekomendasi, Intinya jangan kasih rekom Kalopun mau dad tgguimi saja dad selanjutnya."

Hal tersebut tidaklagi menjadi pikiran bagi jannah, karena perihal rekomendasi itu dibuatkan bukan lagi pada saat dia meminta tapi pada saat konfirmasi sehingga hal tersebut bukanlah lagi menjadi urusannya melainkan komunikasi antara pimpinan komisariat jurusan dan cabang yang tidak selaras.

Bukti Chat whatsapp yang di teruskan Ketua Pikom Jurusan THP

Kamis tepatnya tanggal (11/6) pukul 15:52 Jannah sampai di lokasi Pusdik Unismuh Makassar yang berlokasi di Pattalassang jln. Poros Malino. Sesampainya di lokasi, semua berjalan sebagaimana mestinya. Hingga sampai pada moment dimana jannah dipanggil oleh ketua koordinator komisariat untuk membahas permasalahan keikutsertaannya dalam DAD tersebut. Ia menyampaikan bahwa sampai saat itu, pihak IMM cabang selayar masih mengabarkan keberatannya pada penyelenggara, bahkan bersurat pada pimpinan cabang dan panitia DAD Korkom Makassar untuk Jannah segera dipulangkan.

Namun, karena alasan dari pihak pelapor tersebut tidak masuk akal dan tidak sedikitpun memiliki bukti yang jelas terkait harus dipulangkannya pada malam itu. Sehingga pihak panitia, Master,dan Ketua, tidak memulangkan dan tetap mengizinkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga acara berakhir.

Permasalahn tersebut tidak juga selesai sampai disitu. Beberapa telepon kepada Pimpinan cabang IMM Makassar masih berlanjut dari seberang Selayar oleh ketua cabang selayar dan juga dikonfirmasi oleh master bahwa ada laporan kepada DPD IMM Makassar dari PC IMM Selayar, Ketua PD IPM Selayar Dan AMM Selayar, terkait masalah tersebut dan meminta untuk dipulangkan dalam satu kali 24 jam. 

Tak cukup, Pimpimpinan Cabang IMM selayar juga melayangkan pernyataan sikap yang diposting pada platform instagram, yang menghebohkan. Sehingga pada malam terakhir itu, diambillah jalan tengah yakni Syahadah akan ditangguhkan sampai pihak cabang di Selayar menyetujui atau kalaupun akan di ikutkan DAD lagi dikemudian hari, rekomendasi akan dikirim dari koordinator komisariat IMM Unismuh Makassar.

Pada Malam itu, Dikonfirmasi bahwa kakak dari Jannah mendapat telpon dari salah satu yang diduga panitia penyelenggara bahwa ia di minta oleh pimpinan cabang selayar untuk menghubungi saudaranya agar menjemput jannah malam itu juga di lokasi. 

Bukti Chat whatsapp Pelaksana menghubungi saudara Jannah

Yang menjadi pertanyaan adalah dari mana panitia mendapatkan kontak saudara jannah tersebut? Jika dari Pimpinan Cabang IMM selayar, darimana Pimpinan Cabang IMM Selayar mendapatkan kontak tersebut??.

Dikonfirmasi oleh kakak dari Jannah, dia mengatakan bahwa orang yang menghubunginya tersebut tidak henti-hentinya menanyakan dan menelpon apakah jannah sudah dijemput atau tidak. Yang menjadi kegelisahan adalah, jarak lokasi dari tempat tinggal kakak jannah yang berada di Galesong Utara, sementara lokasi Pusdik tersebut berada di Pattalassang jln. Poros Malino yang rawan, dan waktu yang sudah larut malam, tentu menjadi kekhawatiran tersendiri oleh saudara dari jannah tersebut yang bahkan tidak diberitahu alasan kenapa jannah harus dijemput.

Tak cukup sampai disini, permasalahan semakin memanas dan mengulit setelah beredarnya berita yang turut melampirkan surat pengunduran diri Jannah dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah

dalam berita tersebut tertulis: Dokumen berupa Surat Keputusan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 015-KEP/B.1-XXIII/PD.IPM-055/2025 tertanggal 26 September 2025 itu memuat pernyataan pengunduran diri seorang kader bernama Sitti Nur Jannah dari keanggotaan IPM Kepulauan Selayar.

​Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa yang bersangkutan secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari organisasi. Selain itu, terdapat ketentuan yang menyatakan bahwa setelah pengunduran diri berlaku, yang bersangkutan tidak lagi diperkenankan menggunakan nama, atribut maupun simbol organisasi IPM Kepulauan Selayar.

​Pada bagian lain dokumen tersebut juga ditegaskan bahwa apabila pihak yang telah mengundurkan diri masih menggunakan identitas organisasi, maka tindakan tersebut bukan menjadi tanggung jawab organisasi dan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme organisatoris maupun langkah lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita yang beredar bersama surat pengunduran diri jannah di IPM

Namun, sebuah pernyataan dan penjelasan yang mengejutkan dari jannah, sebuah hal yang hanya ia pendam sendiri dalam dirinya, sebuah hal yang selama ini tak ingin diceritakan demi menjaga nama dan marwah persyarikatan dan ketulusannya menjadi seorang kader Pelajar Muhammadiyah. Sebuah kekecewaan besar yang ia peluk sendiri dan hari ini ia tuang dalam tulisan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara-Saudaraku yang saya hormati sebagai mana saya mengabdi selama ini di persyarikatan, sebagai kader yang jarang menampakkan  prestasi dihadapan saudara, pimpinan, ayahanda dan ibunda, kader yang tak punya pilihan lain selain kata siap!! apabila membutuhkan tenaga, dan waktu kadernya dalam seluruh kegiatan yang tak jauh-jauh dari kemaslahatan ummat. Sebelumnya saya meminta maaf atas kericuhan yang terjadi karena keikutsertaan saya dalam Darul Arkam Dasar ini. Saya memilih mengikuti DAD Korkom Unismuh karena Kegiatan DAD yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Selayar di Kampus ITSBM Selayar pada tanggal 8-13 Februari kemarin tidak dapat saya ikuti karena kondisi ekonomi yang sedang tidak mampu membayar biaya yang tergolong cukup besar bagi saya. Saat itu saya pun mendapati pernyataan bahwasanya yang tidak mengikuti DAD di waktu itu tidaklah lagi diperbolehkan mengikuti DAD selanjutnya. Hal lain nya adalah, Sejak Januari lalu, Saudara perempuan dari ayah saya yang saya panggil tante (Bibi) harus dirawat di Rumah Sakit karena masalah pada pernafasan. Sejak saat itu saya harus merawatnya sampai beliau di rujuk ke Makassar karena keterbatasan alat di Rumah sakit Khayyung. Kurang lebih sebulan saya merawat beliau di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo hingga akhirnya pada tanggal Lima Februari tepatnya pukul 15:30 beliau menghembuskan nafas terakhirnya. 

Ketika saya melihat poster Darul Arkam Dasar yang diselenggarakan Korkom Unismuh, pada saat itu saya kebetulan memiliki cukup uang untuk mendaftar dan waktu yang tersedia. Saya berfikir bahwa jika saya menunda dan menunggu DAD kampus ITSBM selanjutnya, saya tidak bisa menjamin apakah ada waktu dan Biaya karena seringkali uang yang ditabung bertabrakan dengan kebutuhan yang mendesak, yang mengharuskan saya untuk menurunkan ego. Sehingga selalu terjadi kendala. Sementara semester semakin jauh saya merasa takut apabila nanti bahkan saya tidak punya waktu lagi karena kesibukan tugas kampus dan ataupun magang. 

Dalam formulir tersebut juga tidak melarang dan tidak mengkhususkan harus mulai  semester enam keatas, tapi mulai semester empat keatas. Sehingga bukan hanya saya peserta yang berada di semeter empat ada beberapa orang lainnya. 

Sebagai tambahan hari ini saya akan menyampaikan beberapa alasan mengapa saya sampai mengundurkan diri dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Selayar.

Saudaraku, kakanda, Ayahanda dan ibunda yang saya hormati, sebelumnya mengenai pengunduran diri saya itu, sebenarnya hanyalah pengunduran diri  dari jabatan, dan bukan sebagai kader IPM, sebagaimana terlampir dari surat yang tersebar tersebut. Dalam pembicaraan melalui whatsapp saya menyampaikan niat untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua bidang PKK Pimpinan Daerah IPM Selayar, karena sebelumnya saya diminta lagi untuk menjadi Ketua Cabang IPM di salah satu pulau, sementara saya sudah menyampaikan keberatan saya, kepada Ketua Umum IPM Selayar, bahwa sanya saya tidak mampu lagi memegang satu amanah ini sementara saya diberikan amanah lagi, karena kesibukan saya sebagai Mahasiswa dan saya tidak ingin mempermainkan sebuah Amanah. Sehingga, di akhir kepengurusan itu saya ingin menyerahkan kepada adik-adik yang sudah mampu di beri kesempatan dan kepercayaan mengemban amanah juga. Maka hari itu saya membuat surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan saya. Dan dalam surat pengunduran tersebut saya turut melampirkan bahwa apabila sewaktu-waktu saya dibutuhkan dalam kondisi yang genting ataupun memerlukan tenaga dan waktu saya selama tidak ada kesibukan di kampus, saya akan tetap memenuhi panggilan tersebut. Meskipun seiring berjalannya waktu, saya menyadari kesalahan saya yang terlalu gegabah dalam mengambil sebuah keputusan yang seharusnya saya bisa menyelesaikan sampai akhir jabatan saya, namun saya memilih menyerah karena beberapa hal yang menurut saya sudah tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. 

Mengenai surat pengunduran sebagai kader tersebut, saya terus terang tidak habis fikir dengan ketua Umum IPM Selayar, yang tiba-tiba memanggil saya tepatnya tanggal dua Oktober 2025 sepulang kuliah di sore hari saat itu Pukul 16:56 untuk ditemui di kantin SMA Muhammadiyah. Pada pertemuan tersebut di kantin, saya kemudian diajak ke ruangan MTS Muhammadiyah, dalam pertemuan itu, saya ditanyai beberapa hal mengenai sebuah pembicaraan yang ramai diceritakan tentang saya mulai dari hubungan pribadi hingga pada keaktifan saya sebagai aktivis kampus. Pembicaraan seketika hening setelah Ketua Umum yang di dampingi oleh Sekertarisnya tersebut, menyodorkan sebuah surat pengunduran sebagai kader yang baru saja di belikan materai ketika saya sudah di tempat. Sebelum tanda tangan, saya menanyakan alasan kenapa saya diberikan surat pengunduran kader sementara yang saya buat pengunduran jabatan? dikatakan bahwa alasannya karena seluruh pimpinan di selayar sudah mengaminkan pengunduran saya, dan juga alasan lain seperti persoalan hubungan pribadi yang bahkan tidak memiliki bukti kuat, hingga penyelenggaraan kegiatan Dialog DPR hingga demokrasi dalam seni yang saya pelopori di Taman pelangi pada tanggal 14 september tahun lalu yang katanya tidak di bawah arahan/diluar jalurnya Pimpinan Muhammadiyah ataupun Angkatan Muda Muhammadiyah. Padahal jelas saya terangkan bahwa kegiatan tersebut memanglah bukan kegiatan muhammadiyah tapi murni aliansi Mahasiswa, sehingga tidak ada hak untuk Ortom ataupun Muhammadiyah untuk mengintervensi. 


Karena ketidakwarasan alasan tersebut dan kekecewaan saya pada saat itu, menjadi alasan saya untuk menandatangani surat tersebut dengan sekertarisnya sebagai saksi. Saya pulang dengan membesarkan hati bahwa ortom muhammadiyah bukan hanya itu, dan saya tetaplah kader Muhammadiyah meskipun sudah tak dianggap sebagai kader.

Mengenai penggunaan nama IPM dalam formulir tersebut adalah karena dalam formulir tertulis pengalaman organisasi yang artinya pernah mengikuti atau pernah berorganisasi apa? Sehingga saya menjawab bahwa saya pernah menjadi bagian dari IPM Selayar bukan mengatakan bahwa saya adalah kader IPM Sampai saat ini dan saya tidak katakan bahwa saya utusan dari IPM Selayar sehingga tidak ada indikasi bahwa saya menggunakan nama IPM sebagai alat untuk kepentingan DAD tersebut. Dan itu juga bukan hal yang akan berpengaruh besar terhadap proses DAD tersebut, yang tetap berjalan adil sebagaimana DAD Seharusnya dan tak ada yang dibeda-bedakan perlakuannya. 

Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada pimpinan IMM Cabang Makassar yang entah kenapa turut disalahkan dalam hal ini, padahal mereka tidaklah ada sangkut pautnya dalam masalah tersebut. Dan dengan ini pula saya meminta keadilan sebagaimana mestinya kepada pihak pimpinan Muhammadiyah selayar sebagai penengah dalam masalah ini. Bahwa sependek pengetahuan saya, seyogyanya, ketika seorang ketua mendapati anggotanya berada pada masalah yang membawanya pada keputusan tersebut, organisasi seharusnya merangkul dan memberikan solusi, bukan malah memperbesar jalan anggotanya untuk meninggalkan kepemimpinannya. Sekian, demi pena dan apa yang dituliskan-Nya, Billahi fisabilil Haq Fastabiqul Khairat, wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." 

Sitti Nur Jannah, 17 Juni 2026.


REDAKSI





Lebih baru Lebih lama