Satu Plastik Dipilah, Seribu Masalah Berkurang


Sangpencerah.web.id|SELAYAR,— Suasana penuh antusiasme mewarnai kompleks Al-Fityan School Gowa Kamis (30/7). Di Masjid Al-Fityan, barisan siswa ikhwan duduk rapi menyimak arahan, sementara di Aula Lantai 5 Gedung Akhwat, ruang acara tak kalah khidmat dipenuhi oleh para siswa akhwat. Sebanyak 486 peserta didik tingkat SMP berkumpul bersama dalam sebuah agenda penting, yakni Edukasi Pemilahan Sampah yang mengusung tema "Satu Plastik Dipilah, Seribu Masalah Berkurang".

Prosesi pembukaan berlangsung hangat dan dipandu oleh jajaran pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kolaborasi Dia Humairah dan Nur Amelia mengarahkan jalannya acara di sesi akhwat, sedangkan A. As’ad Arif Anan memandu jalannya kegiatan di kelompok ikhwan. Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan oleh A. Aulia Sarah Dzakiyah dan A. Kaisan Afsar Danendra menjadi pembuka yang menyentuh nurani, menegaskan pesan moral bahwa menjaga kebersihan bumi merupakan bagian mendasar dari pengamalan nilai-nilai keislaman.

Kepala Unit SMP Al-Fityan School Gowa, Ustazah Hamriah, S.Si., S.Pd., Gr., menekankan pentingnya pembiasaan sejak dini dalam sambutannya. Menurut beliau, aksi sederhana seperti memilah sampah bukan sekadar menjaga kebersihan fisik, melainkan media efektif untuk menempa karakter siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta aware dan mampu memberikan impact positif bagi lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, sekolah menghadirkan praktisi yang berpengalaman di bidang pengelolaan lingkungan. Kelompok akhwat mendapatkan pembekalan langsung dari Hj. Anisah Rahmawani, S.H., Motivator Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Gowa. Sementara itu, kelompok ikhwan menyimak pemaparan dari Syamsuddin, S.E., M.M., perwakilan Yayasan Peduli Negeri.

Kedua narasumber mengulas pentingnya memilah sampah langsung dari sumbernya serta membedah konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Mereka mendorong para siswa untuk shift mindset terhadap sampah, yang jika dikelola secara tepat, dapat bertransformasi menjadi sumber daya berdaya guna dan bernilai ekonomi.

Dinamika acara makin hidup saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan kritis mengalir dari para peserta yang antusias, mulai dari taktik penerapan pemilahan sampah di area kelas, hingga cara konsisten mempraktikkannya di rumah masing-masing.

Sebagai bentuk apresiasi atas edukasi yang diberikan, pihak sekolah menyerahkan cinderamata kepada kedua pemateri. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup oleh MC dengan pesan ajakan agar seluruh peserta mampu menjadi role model dalam membangun budaya hidup bersih di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

Melalui program ini, SMPIT Al-Fityan School Gowa menegaskan kembali komitmennya dalam menyajikan pendidikan berkarakter yang terintegrasi dengan ajaran Islam. Edukasi lingkungan hidup dihadirkan sebagai wujud nyata pembekalan bagi para siswa dalam menjalankan peran sebagai khalifah yang menjaga kelestarian bumi. 

Sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi berakhlak mulia dan berwawasan global, aksi memilah satu kantong plastik ini menjadi game changer lahirnya perubahan besar bagi lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Sitti Nur Jannah) 


Lebih baru Lebih lama