Suasana di lapangan makin solid karena Dandim didampingi langsung oleh Pasiter Kodim 1415/Selayar Kapten Inf Zainuddin, Pasi Intel Kapten Kav Samsul Bahri, Danunit Inteldim Pelda Suhedy, personel Staf Teritorial Kodim 1415/Selayar, dan Babinsa Desa Bontolebang Sertu Asriadi. Gak ketinggalan, perwakilan Dinas PUPR Jaelani Achmad, S.T. dan Anugerah Ramadhan, serta squad dari Pemerintah Desa Bontolebang yang terdiri atas Kaur Perencanaan Andi Samsul, Kepala Dusun Gusung Timur Hasbiadi, dan Sekretaris Desa Bahtiar juga ikut pasang badan di lokasi.
Sampai di lokasi, tim gabungan ini langsung deep talk sambil melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik jembatan, fungsi, titik koordinat, sampai tingkat kelayakan operasionalnya. Hasil dari cross-check lapangan ini bakal dijadikan bahan validasi data penting sekaligus blueprint buat menyusun skala prioritas pembangunan atau rehabilitasi jembatan. Harapannya, biar akses transportasi masyarakat ke depannya makin aman, bebas hambatan, dan otomatis bisa menaikkan taraf ekonomi warga lokal.
Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., menegaskan bahwa kehadiran TNI di lapangan tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. "Kami ingin memastikan data yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat. Sinergi bersama pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur berjalan efektif dan tepat sasaran," ujarnya.
Lewat aksi nyata ini, Kodim 1415/Selayar bersama Dinas PUPR sukses memperlihatkan komitmen collab mereka yang se-solid itu demi kemajuan daerah. Validasi data Jembatan Perintis ini diharapkan bisa jadi pijakan krusial buat eksekusi Program Satgas Jembatan TNI AD Tahun Anggaran 2026, biar konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kepulauan Selayar makin no counter dan beneran bisa menyejahterakan masyarakat luas. (Sitti Nur Jannah)
