Hadiri Lokakarya Kebijakan & Pendidikan Demokrasi, DPD PGR Selayar Gaspol Komitmen Nyata!

Sangpencerah.web.id|SELAYAR,— Komitmen buat bikin demokrasi makin berkelas lewat edukasi politik dan level up kapasitas warga bener-bener lagi digencarkan di Kabupaten Kepulauan Selayar, nih.

Plot twist-nya, gerakan keren ini resmi dimulai lewat Lokakarya Sekolah Kebijakan dan Pendidikan Demokrasi. Gak tanggung-tanggung, acara ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Yayasan Bidikrasi Tanadoang, Pemkab Kepulauan Selayar, dan Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Warkop Keko, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Benteng. Acara seru ini dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Tata Praja Setda Kabupaten Kepulauan Selayar, Muzakkir Muin, S.P.

Vibes-nya makin hidup karena dihadiri langsung sama para akademisi, mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), jajaran penyelenggara pemilu kayak KPU dan Bawaslu, sampai para petinggi partai politik di Selayar. Bener-bener kumpul semua!

Info penting buat yang mau join, program edukasi demokrasi ini bakal running selama kurang lebih dua bulan. Jadwalnya tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Di sini para peserta bakal deep talk dan bedah tuntas materi soal kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, leadership, partisipasi politik, sampai penguatan demokrasi langsung dari para ahlinya—mulai dari akademisi, birokrat, praktisi, hingga orang dalam pemilu.

Kolaborasi epik antara pemda, kampus, penyelenggara pemilu, ormas, dan Yayasan Bidikrasi Tanadoang ini diharapkan bisa melahirkan generasi yang paham luar-dalam soal proses demokrasi sekaligus memicu masyarakat buat makin aktif terlibat bangun daerah.

Pas sesi opening, dua akademisi andalan ITSBM langsung unjuk gigi jadi pemateri. Rektor ITSBM, Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S., M.H., CEGI, ngebahas tuntas soal leadership, tata kelola pemerintahan, plus betapa krusialnya membangun SDM yang punya integritas tinggi biar gak kaget menghadapi dinamika demokrasi.

Lanjut ke sesi kedua, Dr. Muhammad Ihsan Maro, S.Ag., M.Si., ngasih statement menohok kalau demokrasi itu bukan cuma soal coblos-mencoblos pas pemilu doang. Tapi harus mendarat jadi budaya politik sehari-hari yang menjunjung tinggi etika, partisipasi, toleransi, dan tanggung jawab. Menurut beliau, edukasi demokrasi ini adalah investasi jangka panjang biar masyarakat makin kritis, rasional, dan bisa ikutan nentuin arah kebijakan publik.

Di tengah-tengah keseruan acara, ada pemandangan yang mencuri perhatian penonton, yaitu kehadiran jajaran DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar yang ikut menyimak materi dengan khidmat.

Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Kepulauan Selayar, Fadly Syarif, S.I.Kom., terang-terangan bilang kalau partainya siap breakout jadi kekuatan politik baru di Pileg mendatang. Beliau optimis banget Partai Gerakan Rakyat bisa meloloskan minimal tiga sampai empat kader terbaiknya buat duduk manis di kursi DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Kami optimistis Partai Gerakan Rakyat dapat memperoleh kepercayaan masyarakat. Target kami adalah mengantarkan sedikitnya tiga hingga empat kader menjadi anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar pada Pemilu Legislatif mendatang," ujar Fadly Syarif di sela-sela diskusi.

Fadly nambahin kalau rasa optimis ini muncul karena konsolidasi internal partai yang makin solid, proses kaderisasi yang jalan terus, plus komitmen kuat partai buat selalu berpihak ke masyarakat. Bagi Fadly, pendidikan politik itu pondasi utama buat bikin demokrasi sehat. Makanya, Partai Gerakan Rakyat men-support habis-habisan Sekolah Kebijakan dan Pendidikan Demokrasi ini sebagai wadah belajar buat anak muda, aktivis, dan warga lokal.

Lokakarya keren ini sukses terwujud berkat collab Yayasan Bidikrasi Tanadoang bareng Pemkab Kepulauan Selayar, ITSBM, KPU, Bawaslu, KAHMI, dan HMI. Lewat sinergi se-solid ini, harapannya bakal lahir next generation yang punya integritas, kemampuan analisis yang tajam, dan peduli sama daerahnya sendiri.

Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini gak cuma berhenti di ruang kelas doang, tapi bisa melahirkan fresh ideas, rekomendasi kebijakan, sampai networking keren yang beneran ngasih dampak nyata buat upgrade demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Selayar. No counter! 

(Sumber: Fadly Syarif. S.I.Kom./edt.Sitti Nur Jannah) 


Lebih baru Lebih lama